Sistem pakar

Dahulu orang sekedar dapat mengolah datanya menggunakan komputer sudah merasa sangat terbantukan, dalam hal ini komputer sudah cukup disebut sebagai ‘Pengolah Data’ saja. Selanjutnya data tersebut dapat pula disajikan dalam bentuk informasi yang ‘relevan’ terhadap kebutuhan penggunanya, sehingga ia disebutlah sebagai perangkat (pelengkap) “Sistem Informasi’. Perkembangan berikutnya adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan para ‘top management’ atau membantu pekerjaan para ‘decision maker’ dengan Sistem yang sering disebut ‘Sistem Penunjang Keputusan’. Saat muncul sistem komputasi modern yang disebut ’sistem cerdas’, maka muncul juga sistem baru untuk sistem pengolahan komputer ini, yaitu yang sering disebut dengan ‘Sistem Pakar’. Sistem Pakar itu apa ?

Ini adalah perpanjangan dari implementasi bidang ‘Artificial Intelligence’ (AI). Bahkan penerapan yang paling terdahulu ’tampak nyata’ di bidang AI adalah Sistem pakar ini. Jadi ada unsur ‘cerdas’ (Intelligent) yang diselipkan ke sistem komputer dalam melakukan pengolahan data (di AI istilah data lebih sering disebut ‘fakta’).Apa yang dimaksud dengan unsur ‘cerdas’, apakah komputer masih terlihat kurang ‘cerdas’ ? Jawabannya ‘YA’. Bahkan ‘kasarnya’, tanpa AI komputer sama sekali tak memiliki ‘hak’ untuk disebut cerdas. Lho…

Untuk memahami konsep di atas, maka mari kita selidiki pengertian ‘cerdas’ lebih detail. Apa syarat sesuatu itu disebut ‘cerdas’ ?

cerdas dalam hal proses pemecahan masalah adalah : ukuran kemampuan dalam menemukan cara atau langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. Jadi gelar ‘cerdas’ diberikan kepada pihak yang menemukan cara (langkah-langkah) pemecahan masalah bukan yang melakukan (mengerjakan) pemecahan masalah tersebut. Sekali lagi bahwa cerdas adalah si ‘penemu’ gagasan bukan si ‘pelaksana’ gagasan tersebut. Mudah sekali tentu untuk membedakan yang mana penemu gagasan dan yang mana pelaksananya.

Ketika kita membuat program secara konvensional, si programmer memiliki kewajiban untuk merancang algoritma dari program tersebut. Ingatlah bahwa algoritma adalah langkah-langkah pemecahan masalah. Dari algoritma di ‘konversi’ ke bahasa pemrograman tertentu dan inilah nantinya yang akan dilaksanakan (di-eksekusi) oleh komputer (setelah di-compile tentunya) . Perhatikan bahwa yang membuat (gagasan) langkah-langkah pemecahan masalah adalah si programmer, si komputer tinggal meng-eksekusi langkah-langkah tersebut. Siapa yang cerdas ? Ya, si pembuat gagasan algoritma, yaitu si programmer. Komputer hanya pelaksana, maka pada model seperti ini jangan katakan komputer itu cerdas.

Jadi, suatu sistem komputer disebut ‘cerdas’ jika tangggungjawab penemuan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut diberikan ke dia (komputer), bukan ke si programmer atau user lainnya. Tugas si programmer dalam hal ini menjadi : menyiapkan suatu sistem bagi komputer agar komputer tersebut dapat meng-ekstrak (kadang disebut juga men-generate) langkah-langkah pemecahan masalah tadi. Pada sistem seperti ini, oleh karena penemuan langkah-langkah pemecahan masalah tidak menjadi tugas programmer, tetapi dilakukan oleh komputer, maka disebutlah sistem seperti ini sebagai sistem cerdas.

2 Responses

  1. tolong dunk kirimin ke emailku apa2 aja algoritma progra dalam sistem pakar. trimakasih byk.

  2. cari ajah di google banyak kok… biar mandiri gethooo..

    makasihh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: