JAVA | LATIHAN | TUGAS

// program penghitung nilai mahasiswa dan rata-rata kelas

// berikut ini program sederhana yang saya dapatkan dikuliah

// maklum masih pemula dan belum tau banyak tentang programming

//semoga berguna bagi para pemula2 seperti saya….

import java.io.*;
import javax.swing.JOptionPane;

class Nilai{
public static void main(String[]args)throws Exception{
System.out.println(“Program penghitung nilai mahasiswa”);
System.out.println(“==================================”);

BufferedReader inputan = new BufferedReader (new InputStreamReader(System.in));

String nama;
int n=0,ulang;
double rata2,nilai,Total=0;

try{
System.out.print(“>> Masukkan jumlah mahasiswa: “);
n = Integer.parseInt(inputan.readLine());
}

catch(Exception e){ System.out.println(“Masukkan angka saja bozz”); }
System.out.println();

ulang = 0;

try{

do
{
System.out.println();
System.out.print(“Masukkan Nama Mahasiswa: “);
nama = inputan.readLine();
System.out.print(“Masukkan Nilai Mahasiswa: “);
nilai = Integer.parseInt(inputan.readLine());
System.out.println(“———————“);
System.out.println(“Mahasiswa bernama “+nama);
if (nilai==0){System.out.print(“Nilai E”);}
else if(nilai<=50){System.out.println(“Nilai D “);}
else if (nilai<=60){System.out.println(“Nilai C- “);}
else if (nilai<=65){System.out.println(“Nilai C “);}
else if (nilai<=70){System.out.println(“Nilai C+ “);}
else if(nilai<=75){System.out.println(“Nilai B- “);}
else if(nilai <=80){System.out.println(“Nilai B “);}
else if (nilai <=85){System.out.println(“Nilai B+ “);}
else if (nilai <=90){System.out.println(“Nilai A- “);}
else if (nilai <=95){System.out.println(“Nilai A “);}
else if (nilai<=100){System.out.println(“Nilai A+ “);}
else System.out.print(“Inputan tidak valid”);

Total+= nilai;
rata2 = Total / n;
ulang++;
}

while (ulang<n);
System.out.println();
System.out.println(“Rata-rata kelas” + rata2);
JOptionPane.showMessageDialog(null,”RATA-RATA KELAS ADALAH “+ rata2,”Rata-rata kelas”,JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
}
catch(Exception e) {System.out.println(“Masukkan angka saja bozz”); }
System.exit(0);
}
}

Tingkatan dan Karakter HACKER dalam IT | HACKER | CRACKER | IT

Dalam dunia hacker atau underground orang-orang yang menjadi hacker biasanya akan
melalui tahapan-tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah:

1. Mundane Person

Tingkatan paling bawah. Seseorang pada tingkatan ini pada dasarnya tidak tahu sama sekali
tentang hacker dan cara-caranya, walaupun ia mungkin memiliki komputer sendiri dan akses
Internet. Ia hanya tahu bahwa yang namanya hacker itu membobol sistem komputer dan
melakukan hal-hal yang negatif (tindak kejahatan).

2. Lamer

Seseorang pada tingkatan ini masih dibingungkan oleh seluk beluk hacking karena ia berpikir
bahwa melakukan hacking sama seperti cara-cara warez (dalam dunia underground berarti
menggandakan perangkat lunak secara ilegal). Pengetahuannya tentang hal-hal seperti itu masih
minim, tapi sudah mencoba belajar. Seseorang pada tingkatan ini sudah bisa mengirimkan trojan
(yang dibuat orang lain) ke atau pada komputer orang lain ketika melakukan obrolan pada IRC
atau ICQ dan menghapus file-file mereka. Padahal ia sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan
bekerja.
Seseorang yang sukses menjadi hacker biasanya bisa melalui tahapan ini dengan cepat bahkan
melompatinya.

3. Wannabe

Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui bahwa melakukan tindakan hack itu lebih dari
sekedar menerobos masuk ke komputer orang lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai
sebuah filsafat atau way of life. Akhirnya ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia mulai mencari,
membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari berbagai sumber.

4. Larva

Juga dikenal dengan sebutan newbie. Pada tingkatan ini ia sudah memiliki dasar-dasar teknik
hacking. Ia akan mencoba menerobos masuk ke sistem orang lain hanya untuk mencoba apa
yang sudah ia pelajari. Meskipun demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika
melakukan hacking ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika hal itu tidak
diperlukan untuk menutupi jejaknya.

5. Hacker

Sebenarnya sulit untuk mengatakan tingkatan akhir atau final dari hacker telah tercapai, karena
selalu saja ada sesuatu yang baru untuk dipelajari atau ditemukan (mengumpulkan informasi
dan mempelajarinya dengan cermat merupakan dasar-dasar yang sama bagi seorang hacker) dan
hal tersebut juga tergantung perasaan (feeling). Meskipun demikian, menjadi seorang hacker
memang lebih menjurus pada hal pemikiran.

Hacker dengan Keahlian khusus:
Seorang hacker dapat mencapai pengalaman dan keahlian pada bidang-bidang tertentu seperti sistem
operasi atau sebuah Aplikasi. Dalam hal ini ada dua tingkatan, yaitu :

1. Wizard

Istilah ini diberikan pada seseorang yang telah memiliki pengetahuan luas dibidangnya.
Kemampuannya tersebut tidak diragukan lagi.

2. Guru

Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui semua hal pada bidangnya, bahkan yang
tidak terdokumentasi. Ia mengembangkan trik-trik tersendiri melampaui batasan yang
diperlukan. Kalau bidangnya berkaitan dengan aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat
aplikasi tersebut.

Karakter hacker yang bersifat merusak, yaitu :

1. Dark-side Hacker

Istilah ini diperoleh dari film Star Wars-nya George Lucas. Seorang Dark-side hacker sama
seperti Darth Vader (tokoh dalam film Star Wars) yang tertarik dengan kekuatan kegelapan. Hal
ini tidak ada hubungannya dengan masalah “baik” atau “jahat” tapi lebih kepada masalah “sah
(sesuai hukum yang berlaku)” dan “kekacauan”. Seorang Dark-side hacker punya kemampuan
yang sama dengan semua hacker, tapi “sisi gelap” dari pikirannya membuat ia menjadi unsur
berbahaya untuk semua komunitas.

2. Malicious Hacker

Istilah untuk menyebut seseorang yang merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng (tidak
merasa bersalah) tanpa memperoleh apa pun dari tindakannya tersebut.