PHP dan Class Part2

Yah, ketemu lagi dengan saya.. 🙂 kalau dulu saya telah membahas
tentang class, maka kali ini saya akan membahas tentang pewarisan. Pewarisan atau dalam OOP biasa disebut dengan Inheritance berfungsi
untuk menggunakan kembali method dari suatu kelas yang sebelumnya telah
dibuat. Contohnya begini, pada class A, anda gunakan method hallo. Lalu
pada class B, bila anda ingin memanggil method hallo tersebut, anda
cukup memanggilnya dari class A, tanpa harus membuat ulang kembali
method hallo tersebut. Pada OOP, Inheritance ada 2 jenis. Yakni Single inheritance dan multiple Inheritance.

Maksud
dari single inheritance adalah class anak mendapat turunan langsung
dari class induknya. Sedangkan multiple inheritance, class anak
mendapat turunan dari class ibu dan ayahnya. hehe…:) (bingung gimana
bahasanya….pokoknya lebih dari satu class deh..).

Contoh pewarisan dalam PHP:

<?php
  class induk {
  var $induk = “induk”;
  function induk () { // ini merupakan konstruktor
  $this->induk;
  }
  }
  class anak extends induk{
  function anak () {
  print $this->induk;
  }
  }
  $anak = new anak ();
?>

Hasilnya : induk.

Penjelasan :
Pada
class induk, divariabelkan kata “induk”. Lalu kata induk tersebut
diwariskan pada class anak. Sehingga pada saat kita mencetak class
anak, dapat dipanggil variabel induk tadi dari class induk.Sekian dulu
penjelasan dari saya. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan
menghubungi saya di :

Email 1 : ivan@ilmuwebsite.com
Email 2 : ivan_wen_piao@yahoo.co.id
Web : http://ivan.ilmuwebsite.com

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori php kuliah dengan judul PHP dan Class Part2

Passing variable menggunakan Session


Huahhhh… nggak kerasa sebulan lebih kita tidak bersua dan bermesraan :D. Mohon maaf untuk visitor yang setia mengunjungi ilmuwebsite.com terdapat kelambatan dalam penyediaan artikel terbaru, ini dikarenakan sebagian besar staff memiliki kesibukan di dunia lain. Maksudnya di dunia nyata. :D. Sehingga mohon maaf sekali lagi, ilmuwebsite jadi terlantarkan. Untuk kedepannya kami semua mengusahakan agar setiap minggu artikel segar selalu hadir menjadi santapan bagi para web developer pemula hingga tingkat menengah yang laparrr sekali akan ilmu per-php-an.  😀
Yups, back to topic, banyak cara untuk melakukan passing variable. Sebentar sebentar, apa itu passing variable ? Passing variable itu sendiri memiliki arti melewatkan suatu variable. Untuk kali ini penulis hanya menjelaskan bagaimana melewatkan variable yang berbeda halaman.
Melewatkan variable yang berbeda halaman seperti ini biasanya diimplementasikan dalam sekuritas sebuah halaman. Boleh atau tidaknya suatu halaman diakses tergantung dari belum atau sudahnya suatu variable diregisterkan. Contoh nyatanya yaitu ketika seorang admin melakukan login dengan username dan password yang benar, maka akan diregisterkan sebuah variable yang nantinya digunakan sebagai key. Pengaksesan halaman lain memerlukan key yang dihasilkan dari login tersebut. Apabila didapatkan situasi ketika user belum login, maka halaman yang memerlukan variable yang diregisterkan ( dalam hal ini key ) akan melakukan redirect ke halaman lain yang memerintahkan user untuk melakukan kembali proses login dengan benar. Resminya hal seperti ini dapat dilakukan dengan 2 metode. Pertama menggunakan session dan yang kedua menggunakan cookies. Masing-masing memiliki kelemahan dan juga kelebihannya. Namun untuk artikel kali ini penulis hanya menjelaskan yang session saja.
Session merupakan sebuah metode yang dapat melewatkan suatu variable meskipun berbeda halaman. Session yang diregisterkan akan tetap ada sampai si user menutup browsernya. Sebagai contoh sederhananya, buat satu halaman dengan nama session.php kemudian registerkan sebuah variable :

<?php
session_start();
$_SESSION[‘lewat’] = 1;
?>

Kemudian buat sebuah file lagi dengan nama anotherpage.php :
<?php
session_start();
echo $_SESSION[‘lewat’] ;
?>

Anda buka halaman session.php terlebih dahulu, selanjutnya buka halaman anotherpage.php. Hasilnya :

1

Ini terjadi karena dalam file session.php telah diregisterkan sebuah variable session dengan nama lewat. Seperti pada baris ini

$_SESSION[‘lewat’] = 1;

Variable session ini berlaku untuk semua halaman yang ada karena sifatnya yang global.
Untuk men-set sebuah variable session dapat menggunakan cara yang lain :

$lewat = 1 ;
session_register(‘lewat’);

untuk mengakses session yang telah diregister tersebut cukup dengan :

echo $_SESSION[’lewat’];

Nah sekarang tutup browser anda, lalu buka kembali halaman anotherpage.php. Apa yang terjadi ? Betul, 😀 tidak ada yang ditampilkan karena secara otomatis sebuah session akan dibuang ketika browser diclose.

Untuk membuang atau mendelete sebuah session, cukup dengan menggunakan fungsi session_unset(’namasession’);

Contohnya :
session_unset($_SESSION[‘lewat’]);

Untuk membuang semua session yang ada cukup dengan menggunakan fungsi session_destroy(); ini adalah fungsi kebalikan dari session_start();

Contoh implementasi yang lebih kompleks dari penggunaan session ini, penulis akan membuat sebuah script login, yang nantinya jika si user melakukan login dengan benar, maka dibolehkan untuk mengakses halaman yang berbeda sekalipun.

Namun persiapkan terlebih dahulu script-script yang dibutuhkan.
File login.html :

<html>
<head><title>Halaman Login…</title></head>
<body>
<form action=”cek.php” method=”POST”>
<table>
<tr><td>username : </td><td><input type=”text” name=”username”></td></tr>
<tr><td>password : </td><td><input type=”password” name=”password”></td></tr>
<tr><td></td><td><input type=”submit” name=”submit” value=”Login”></td></tr>
</table>

Kemudian file cek.php :
<?php

session_start();

if(!empty($_POST[‘username’]) && !empty($_POST[‘password’]))
{

        if ($_POST[‘username’] == “admin” && $_POST[‘password’] == “admin”)
            {
            $_SESSION[‘userlogin’] = 1 ;
            echo “Selamat Datang Admin”;
            echo “<br><a href=edit.php>Edit Database … </a>”;
            echo “<br><a href=logout.php>Logout … </a>”;
            }
        else
            {
            header(“location: login.html”);
            }

}

?>

Selanjutnya file edit.php, file ini mencontohkan sebuah halaman yang dapat diakses ketika user telah login dengan benar, dan sebuah session yang menjadi kunci telah diregister dan diterima :

<?php
session_start();
if (ISSET($_SESSION[‘userlogin’]))
{
echo “Silahkan mengedit database … “;
echo “<br><a href=logout.php>Logout … </a>”;
}

else
{
echo(“Anda tidak berhak untuk mengakses halaman ini … “);
}

?>

Yang terakhir adalah file logout.php :

<?php
session_start();
session_destroy();
header(“location: login.html”);
?>

Username dan password yang berasal dari halaman login.html akan diperiksa terlebih dahulu oleh file cek.php, terlihat di sini

Jika username dan passwordnya diisi oleh user …
if(!empty($_POST[‘username’]) && !empty($_POST[‘password’]))
{

Dan jika username dan passwordnya cocok …
        if ($_POST[‘username’] == “admin” && $_POST[‘password’] == “admin”)
            {

Register sebuah variable session …
            $_SESSION[‘userlogin’] = 1 ;
            ….

Jika tidak …
        else
            {

User diperintahkan untuk melakukan login ulang …
            header(“location: login.html”);
            }

}

Kemudian dalam file edit.php dijelaskan bahwa,

halaman tersebut dapat diakses dengan syarat variable $_SESSION[’userlogin’] telah di register…

if (ISSET($_SESSION[‘userlogin’]))
{

Yups, script ini dapat dikembangkan lebih jauh. Dan perlu dicatat, session tentunya sangat bermanfaat sekali, tidak terpatok hanya untuk sekuriti pada sebuah halaman saja, namun dalam bentuk yang lain tentunya. Ini tergantung dari kreatifitas anda dalam menggunakan session. Selamat mencoba. Selamat Mengembangkan. Dan selamat berbuka puasa pada waktunya nanti… :D~~

Script di atas dapat di download di sini
Greetz :    
b_scorpio ? –> proyek kita terhambat 😦 ,
phii_ –> ditunggu artikelnya secepatnya,
safril –>  zine kita … zine kita …
my friend jojo and najwa 😉

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori php kuliah dengan judul Passing variable menggunakan Session

Lebih dalam dengan OOP


Sudah lama tidak berjumpa. Rindu rasanya tidak bersua. :D~ Pada
tutorial sebelumnya staff ilmuwebsite yakni ivan telah menjabarkan apa
dan bagaimana penggunaan class pada PHP
begitu juga dengan yang akan penulis lakukan sekarang. Kali ini penulis
akan mencoba melakukan sedikit implementasi dari tutorial-tutorial
sebelumnya, sekaligus  menjelaskan bagaimana source code ini berjalan.
Tapi sebelumnya penulis akan melakukan review terlebih  dahulu mengenai
pengetahuan sebelumnya.

Apa sih OOP  itu ? Untuk apa ?
OOP
singkatan dari Object Oriented Programming, keistimewaan dalam
pembungkusan memudahkan para programmer mengarungi lautan kehidupan
dalam meng-coding ria bersama istri tercintanya, sebuah mesin penuh
dengan baut, komputer :D~. Ada beberapa istilah inti dari keistimewaan
OOP ini, yang paling menarik adalah class, property, method, inheritance, polymorphisme, dan  encapsulation. Apa itu ?!! :D~  
Class
ini merupakan template untuk objek yang akan dibuat nantinya. Kalau
diambil contoh dalam kehidupan sehari-hari. Hmmmm … contoh kasusnya
memasak mie. :D~.
Templatenya adalah satu keutuhan cara memasak si mie tersebut.
Sedangkan property-nya
atau variable adalah berapa banyak bumbu pedas yang dibutuhkan, berapa
banyak minyak yang dibutuhkan, berapa banyak air yang dibutuhkan,
berapa banyak bawang gorengnya, etc.
Method
sendiri itu sama halnya dengan fungsi yakni bagaimana caranya mie
dimasak. Seperti, apakah bumbunya akan dimasukkan kedalam mangkuk
terlebih dahulu, atau apakah bumbunya akan di satukan dengan air yang
berada di dalam panci. Atau mungkin bisa saja bumbunya langsung
dimasukkan kedalam perut yang memasaknya. :D~ ( kebanyakan coding jadi
stress ) 😀
Inheritance,
dalam istilah bahasa indonesianya dikenal dengan turunan. Jelasnya
turunan ini berasal dari suatu kelas induk. Kalo diambil contoh dalam
memasak mie, masing-masing orang punya keunikan tersendiri dalam
memasak mie, seperti dalam memasak mie ada orang yang mengikuti aturan
memasak mie, ada juga yang senang di tambah dengan telur, atau mungkin
kalo ada yang suka bisa saja martabak keju dimasukkan kedalam mie
tersebut. Tapi penulis nggak yakin rasanya,  akan seperti apa nantinya
:D~~
Sedangkan polymorphisme
itu gaya dalam memasak mie itu sendiri, bisa saja ketika memasak mie
telurnya itu ditambah dengan kecap manis, atau sambal pedas, atau
mungkin terasi. Bisa saja. Iya kan ??~ 😀 Atau juga, ada yang suka
mienya pedas, atau mungkin saja ada yang senang dengan mie rasa manis,
mie ditambah gula-gula. Semua bisa saja terjadi.

Nah dari situ
timbul satu pertanyaan besar, sebenarnya OOP itu untuk apa sih ? Apakah
OOP itu sebagai standarisasi cara memasak mie. :D~
OOP sering
digunakan dalam pembuatan aplikasi besar, dimana ketika penambahan
fitur terbaru fungsi encapsulation atau pembungkusan dalam class ini
sangat berperan penting. Keuntungan lain adalah maintenance ketika ada
bug yang bercokol dalam coding ataupun maintenance jenis lain. Dengan
mudah terkontrol. Dan menghasilkan coding yang lebih efisien. Contoh
nyata OOP yaitu button. Turunan button seperti bit button, push button
dan lain-lain. Dimana button-button tersebut sebenarnya adalah bentuk
lain dari button induk yang telah di berikan fitur-fitur tambahan.

Implementasinya
sudah jelas bukan ? Sekarang penulis akan memberikan sedikit contoh
coding menggunakan OOP dalam pembuatan guest book. Dan juga akan
dikenalkan sedikit mySQLi API yakni library atau pustaka yang digunakan
oleh OOP dalam menghandle database nantinya.

Yups, langsung saja.
Pertama, buat databasenya terlebih dahulu.

File db.sql :
create database oop1 ;
use oop1 ;
create
table gb ( id int(5) auto_increment primary key , nama varchar(50),
email varchar(50), lokasi varchar(75), komentar text );

Kedua file class.konek.db.php :
<?php
/*
ILMUWEBSITE E-LEARNING COMMUNITY
Tutorial PHP – Object Oriented Programming
by         : Al-k [ Loka Dwiartara ]
email         : alkemail@gmail.com
homepage     : http://www.ilmuwebsite.com
*/

// Class atau Template
class konek_ke_database
{

// property
private $host;
private $username;
private $password;
private $koneksinya;
private $database;

// method
function __construct($hostnya, $usernamenya, $passwordnya)
{
$this->host = $hostnya ;
$this->username = $usernamenya ;
$this->password = $passwordnya ;
$this->koneksinya = mysql_connect($this->host, $this->username, $this->password) or die(“mySQL Errorrojing !!!”);
}

function databasenya($pilihdatabase)
{
$this->database = $pilihdatabase;
}

public function seleksi_database()
{
mysql_select_db($this->database, $this->koneksinya ) or die (“Nggak bisa konek euy!!!”);
header(“location: index.php”);
}

}

?>

Kemudian file class.isi.db.php, script ini yang nantinya sebagai tulang punggung antara form isian, dan databasenya :

<?php

/*
ILMUWEBSITE E-LEARNING COMMUNITY
Tutorial PHP – Object Oriented Programming
by         : Al-k [ Loka Dwiartara
email         : alkemail@gmail.com
homepage     : http://www.ilmuwebsite.com
*/

require_once “class.konek.db.php”;

// Class
class displayDatabase extends konek_ke_database
{

// property
private $perintah;
private $nama;
private $email  ;
private $lokasi ;
private $isikomentar;

// method
public function filter_database($nm_user, $email_user, $lokasi_user, $komentar_user)
{
$this->nama = wordwrap(strip_tags($nm_user, ”), 80,”n”,1);
$this->email = wordwrap(strip_tags($email_user, ”), 80,”n”,1);
$this->lokasi = wordwrap(strip_tags($lokasi_user, ”), 80,”n”,1);
$this->isikomentar = wordwrap(strip_tags($komentar_user, ”), 80,”n”,1);
}

function insert_database($tabel)
{
$this->perintah
= “insert into $tabel values (”,’$this->nama’, ‘$this->email’,
‘$this->lokasi’, ‘$this->isikomentar’)”;

$run_perintah = mysql_query($this->perintah);
    if ($run_perintah)
    {
    // print “Isi Database Berhasil”;
    }
}

}

?>

Dan terakhir adalah file index.php :

<?php
/*
ILMUWEBSITE E-LEARNING COMMUNITY
Tutorial PHP – Object Oriented Programming
by         : Al-k [ Loka Dwiartara ]
email         : alkemail@gmail.com
homepage     : http://www.ilmuwebsite.com
*/

require_once “class.isi.db.php”;

$nama = $_POST[‘nama’];
$email = $_POST[’email’] ;
$lokasi = $_POST[‘lokasi’];
$komentar = $_POST[‘komentar’];

if ($_REQUEST[‘comment’] == “yes”)
{

    if (ISSET($_POST[‘nama’]))
    {
    $mahasiswa = new displayDatabase(“localhost”,”root”,””);
    $mahasiswa->databasenya(“oop1”);
    $mahasiswa->seleksi_database();
    $mahasiswa->filter_database($nama,$email,$lokasi,$komentar);
    $mahasiswa->insert_database(“gb”);
    }

}

else
{
// Database dalam OOP
// mySQLi API

$mysqli = new mysqli(“localhost”, “root”, “”, “oop1”);
    if (mysqli_connect_errno())
    {
        echo(“Nggak bisa konek !!!”.mysqli_connect_error());
        exit();
    }
    
    $hasil = $mysqli->query(“select * from gb”);
    while ($data = $hasil->fetch_object())
    {
  
     echo
“$data->nama<br>$data->email<br>$data->lokasi<hr
align=left  size=1 width=80% color=#000000>”;

    }

}

?>
<html>
<head>
<title>GuestBook</title>
</head>
<body>
<b>Isi Komentar :</b>
<table border=0><form method = ‘POST’ action = <?php echo “$_SERVER[PHP_SELF]?comment=yes” ?> >   
      <tr><td>Nama:</td><td><input type=text name=nama></td></tr>
      <tr><td>Email:</td><td><input type=text name=email></td></tr>
      <tr><td>Lokasi:</td><td><input type=text name=lokasi></td></tr>
     
<tr><td
valign=top>Isinya:</td><td><textarea  rows=6 cols=40
name=komentar></textarea></td></tr>

      <tr><td></td><td><input type=submit name=submit value=Kirim
  
 style=’color: #000000; border: 1px solid #000000; background-color:
#DFDFDF’></td></tr></form></table>

</body>
</html>

Dari
situ, penulis akan mencoba menjelaskan script tersebut, namun hanya
mengambil garis besarnya saja. Dimulai dengan script
class.konek.db.php. Disarankan, untuk kedepannya dalam pembuatan kelas
diletakan dalam file yang berbeda, hal ini sangat memudahkan dalam
maintenance nantinya.
Yups, dalam file class.konek.db.php terdapat satu kelas konek_ke_database. Di dalamnya terdapat property :
$host, $username, $password, $koneksinya, dan $database. Lengkapnya seperti ini :

….
class konek_ke_database
{
private $host;
private $username;
private $password;
private $koneksinya;
private $database;
….

Ada
keyword private disana, modifier private ini hanya dapat di akses oleh
method yang berada dalam kelas ini, maupun  turunannya. Private
konsepnya hampir sama dengan hak akses suatu file, metodenya saja yang
berbeda. Kita telusuri lagi lebih jauh, penggunaan seperti pengambilan
isi atau pun assignment ( pengisian )  property dalam suatu
method/fungsi, cukup dengan menggunakan keyword $this->property-nya.

Script contohnya :

function __construct($hostnya, $usernamenya, $passwordnya)
{
$this->host = $hostnya ;
$this->username = $usernamenya ;
$this->password = $passwordnya ;

Ini berarti  isi property $host dengan isi variable $hostnya.

Sebagai Contoh :

function __construct(“localhost”, “root”, “”)
{
$this->host = $hostnya ;
$this->username = $usernamenya ;
$this->password = $passwordnya ;

echo $this->host ;

hasilnya menjadi

localhost

Gimana ? Gampang kan !  Ada satu lagi istilah aneh di sana. __construct.


function __construct($hostnya, $usernamenya, $passwordnya)
{

Ini merupakan method yang otomatis di eksekusi ketika pembuatan objek berlangsung. Penggunaanya seperti ini :

….

class displayDatabase
{

….

function __construct($hostnya, $usernamenya, $passwordnya)
{
$this->host = $hostnya ;
$this->username = $usernamenya ;
$this->password = $passwordnya ;
$this->koneksinya = mysql_connect($this->host, $this->username, $this->password) or die(“mySQL Errorrojing !!!”);
}

}

$mahasiswa = new displayDatabase(“localhost”,”root”,””);

Yups, untuk selanjutnya cukup mudah dipelajari karena konsepnya sama saja dengan pemrogaman procedural yang biasanya.

Nah Selanjutnya kita pindah ke script class.isi.db.php :

require_once “class.konek.db.php”;

class displayDatabase extends konek_ke_database
{
private $perintah;
private $nama;
private $email  ;
private $lokasi ;
private $isikomentar;

public function filter_database($nm_user, $email_user, $lokasi_user, $komentar_user)
{
$this->nama = wordwrap(strip_tags($nm_user, ”), 80,”n”,1);
$this->email = wordwrap(strip_tags($email_user, ”), 80,”n”,1);
$this->lokasi = wordwrap(strip_tags($lokasi_user, ”), 80,”n”,1);
$this->isikomentar = wordwrap(strip_tags($komentar_user, ”), 80,”n”,1);
}

Di
sini jelas terlihat jika class displayDatabase extends
konek_ke_database, atau dengan kata lain kelas displayDatabase adalah
subclass atau anak turunan dari kelas konek_ke_database. Dalam
penggunaannya cukup dengan menggunakan modifier extends di tambah
dengan class induk dibelakang kelas turunannya.

Nah penulis
akan loncat lagi ke script index.php. Di sini beberapa kalimat yang
diambil dari mySQLi api. Sebuah pustaka OOP pada PHP 5 dalam menghandle
database. Caranya lebih cepat, mudah, dan tentunya efisien.

$mysqli = new mysqli(“localhost”, “root”, “”, “oop1”);
    if (mysqli_connect_errno())
    {
        echo(“Nggak bisa konek !!!”.mysqli_connect_error());
        exit();
    }
    
    $hasil = $mysqli->query(“select * from gb”);
    while ($data = $hasil->fetch_object())
    {
echo “$data->nama<br>$data->email<br>$data->lokasi<hr align=left  size=1 width=80% color=#000000>”;
    }

Untuk membuat suatu koneksi cukup dengan membuat instance/objek baru.
$mysqli = new mysqli(“localhost”, “root”, “”, “oop1”);

Kemudian berikan perintah dalam bentuk query.
$hasil = $mysqli->query(“select * from gb”);

Dan tampilkan isi databasenya
    while ($data = $hasil->fetch_object())
    {
echo “$data->nama<br>$data->email<br>$data->lokasi<hr align=left  size=1 width=80% color=#000000>”;
    }

Lebih
mudah tentunya !!  Yups, cukup sekian mengenai tutorial “Lebih dalam
dengan OOP episode 1”.  Anda bisa mengembangkan kelas-kelas tersebut
dengan mudah tentunya.

Selanjutnya akan dijelaskan lebih jauh penggunaan OOP untuk menghandle database. Sekian. Terima Kasih.

File-file tersebut dapat di download disini.

Shoutz : b_scorpio, abu_zahra, safril, ivan, fadli, dr.emi, ilmuwebsite community.
For jojo. Hi, jo. 😀

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori php kuliah dengan judul Lebih dalam dengan OOP

Hacking private photo di friendster

Tulisan ini dibuat karena penulis ingin tahu sosok teman penulis yang tiba-tiba menjadi tobat atas kelakuannya.. hahahaha…

Saat kita penasaran ingin tahu isi dari private photo yang ada di friendster, berikut ini ada sedikit trik untuk menyiasati melihat private photo tersebut…

Alat-alat persiapan:
1. komputer dengan koneksi internet (so pasti lah)
2. camilan plus susu ultra
3. rokok atau ganja… (nge fly bozz)
4. tambah vodka lebih baik…..(tidak harus)

permainan dimulai:
– Buka friendster (kalo tidak punya account friendster juga tidak apa2)
– Cari target anda yang mempunyai photo private

misal target:

http://www.profiles.friendster.com/28926674

– Selanjutnya yang kita butuhkan adalah photo album sang target. tambahkan url diatas menjadi berikut

http://www.profiles.friendster.com/viewalbums.php?uid=28926674

– Dari halaman album target (jika menggunakan firefox)buka menu view,page source untuk mencari uid target. tekan kombinasi ctrl+f dan masukkan keyword     “pageOwnerID”(tanpa tanda petik).

jika ketemu misal: pageOwnerID=”2892664” ,simpan dulu uid target.

– Berikutnya cari id album target, caranya tekan ctrl+f masukkan keyword “privacy”(tanpa tanda petik), cari album privacy yang bersifat private.jika ketemu misal: “<span id=”abAlbumPrivacy-373200955″>Private</span>”, simpan dulu id album target.

sehingga info yang didapat adalah:

uid = 2892664
id album = 373200955

– Dari info diatas,buka halaman web baru dan masukkan alamat berikut:

http://www.friendster.com/photolist_ajax.php?uid=(Uid FS Target)&a=(id Album)&page=0

– Selanjutnya masukkan uid dan id albums pada alamat diatas menjadi:

http://www.friendster.com/photolist_ajax.php?uid=2892664&a=373200955&page=0

– Jika berhasil akan menghasilkan halaman yang berisi tulisan gak jelas.. hahaha.. tapi tidak perlu dibaca semua anda cukup cari angka yang didepannya terdapat kata “rid”, dan cari sebanyak berapa kata “rid” dihalaman tersebut ini menunjukkan seberapa banyak photo yang diprivate.

misal “rid”:”660707544″

– langkah berikutnya buka salah satu photo public target sebagai batu loncatan untuk melihat photo private yang lain, caranya klik kanan photo target dan pilih properties. Ambil link photo public target

misal: http://photos-674.friendster.com/e1/photos/47/66/28926674/1_831772173m.jpg

masukkan dalam url address, dari alamat tersebut masukkan angka “rid” yang kita temukan tadi dibagian akhir dari deretan angka sebelum .jpg

misal: http://photos-674.friendster.com/e1/photos/47/66/28926674/1_660707544.jpg

dan hasilnya …. wawaaaahhhhhhh….. gambar Orang ML hahahaha…. untuk meliahat photo yang lainnya tinggal ganti deretan angka terakhir sebelum .jpg dengan angka “rid” yang kita temukan tadi…

Sekian dan hasilnya bisa dicoba sendiri…

Nothing Secure On internet….
thanks: Hackers-center;R3d_fl4g;Balikita;coco_nk4l;UnderDos

stay close to drugs… Sekarang bukan jamannya menjadi anak baik… hahahahah