Manajemen Proses di LINUX (part 2)

Jobs control adalah fasilitas yang memungkinkan suatu program dihentikan secara sementara dan kemudian dijalankan kembali. Fasilitas ini dapat dipakai untuk memindahkan program yang sedang berjalan secara background (dilatar belakang) ke foreground (di latar depan) atau sebaliknya. Fasilitas ini meniru fasilitas pada C shell.
Jika seseorang memberikan perintah (script shell, utilitas atau program), perintah tersebut akan menjadi sebuah job, terlepas perrintah itu dijalankan dilatar depan atau belakang.
Jobs control biasanya diaktifkan secara otomatis begitu berada di prompt (shell). Untuk mengetahui fasilitas ini sudah dijalankan atau belum, dapat deketahui dengan perintah :
$ set –o | grep monitor
monitor on
Jika perintah di atas menghasilkan informasi berupa “monitor on” berarti fasilitas job control sudah diaktifkan. Apabila fasilitas tesebut belum aktif, dapat diaktifkan dengan perintah :
$ set -o monitor
$ set -m
Untuk menjalankan perintah di background, perlu akhiran & disetiap perintah yang akan dijalankan.
$find / -name *.c –print > c.out 2> c.error &

Perintah diatas dipakai untuk memperoleh semua file berakhiran *.c dari root (/) danhasilnya ditempatkan ke file c.out. Adapun kalau ada sesuatu kesalahan (misalnya karena tidak diperkanankan membaca direktori tertentu berhubungan dengan ijin akses) kesalahan tersebut direkam ke file c.error. Proses ini dilakukan dibelakang layar, dan diberi nomor job dan identitas proses (PID).
Apabila nomor job adalah satu dan jobs belum berakhir, maka jika diberikan job kedua, maka nomor job tersebut sama dengan 2.
$ du / > du.out 2>1 &
[2] 272
Perintah du digunakan untuk memperoleh blok dari setiap file atau direktori. Setelah nomor job kedua diatas, jika dijalankan satu job lagi, maka :
$ sleep 500 & #tidak melakukan apa-apa selama 500 detik
[3] 273
Untuk melihat status proses dari perintah yang dieksekusi dilatar belakang, dapat digunakan perintah jobs.
$ jobs
[1] Stopped vi file1.txt &
[2] – Running ps –aux &
[3] + Running sleep 500 &
Informasi dibagian kiri menyatakan nomor job. Tanda + sesudah nomor job menyatakan job yang terbaru. Tanda – menyatakan job kedua yang terbaru. Informasi seperti running menyatakan bahwa perintah job sedang dieksekusi (belum selesai). Kemungkinan lain informasi adalah :
Stopped : job sedang berhenti secara sementara (ditangguhkan)
Done : job sudah selesai dikerjakan.
Bagian terkanan menyatakan nama perintah. Pemakai dapat memberikan pilihan –p pada perintah jobs. Pilihan ini akan menyebabkan jobs menampilkan PID dari semua proses yang dieksekusi dilatar belakang.
$ jobs –p
300
302

Artinya ada dua proses di latar belakang dengan PID 300 dan 302. Pilihan (option) –l akan menampilkan informasi seperti jobs tanpa option dan informasi PID (nomor proses)
$ jobs –l
[2] + 300 Running sleep 300 &
[1] – 302 Running sleep 150 &
Job yang berjalan dilatar depan dapat dihentikan dengan menekan tombol <CTRL + Z>. Sebagai contoh, saat menjalankan perintah sleep 500 di latar depan, kemudian menekan tombol <CTRL + Z>, maka proses tersebut akan dihentikan sementara.
$ sleep 500
<CTRL + Z> [1] + Stopped sleep 500
Dengan menggunakan perintah jobs, status proses tersebut diatas dapat diketahui, sebagai berikut :
$ jobs
[1] + Stopped sleep 500
Job yang sedang ditangguhkan dapat diaktifkan kembali dengan cara diaktifkan dilatar belakang dan diaktifkan dilatar depan. Job yang sedang berhenti secara sementara dapat dijalankan kembali dilatar depan dengan cara menjalankan perintah fg. Dengan menjalankan perintah fg maka sleep 500 akan dijalankan di foreground, dan jika setelah di depan ingin ditangguhkan kembali tinggal menjalankan perintah bg.
$ sleep 500
<CTRL + Z>
[1] + Stopped sleep 500
$ bg #Eksekusi kelatar belakang
[1] sleep 500
Pada bentuk fg dan bg tanpa argumen, job terbarulah yang diproses. Sedangkan jika %n digunakan, job dengan nomor n yang diproses.
$ jobs
[2] + Running sleep 1000 &
[1] – Running sleep 200 &

$ fg %1
sleep 200 &
Proses yang sedang ditangguhkan ataupun yang sedang berada di latar belakang dapat dimatikan dengan menggunakan perintah kill.
$ kill %1 # job nomor 1 dihapus
[1] – Terminated sleep 200 &
Jika dikehendaki, pemakai dapat menyuruh shell menunggu suatu proses dilatar belakang selesai dieksekusi. Perintah yang diperlukan adalah wait. Perintahnya adalah wait %n, dengan n adalah nomor job dari proses latar belakang yang ditunggu.

Penjadwalan Proses

Pada sistem Linux, terdapat banyak cara untuk menangani eksekusi-eksekusi perintah. Diantaranya, diberi kesempatan untuk membuat daftar perintah dan menentukan kapan perintah dijalankan oleh sistem. Perintah at , sebagai contoh memberi peluang untuk menjalankan program berdasarkan waktu yang ditentukan. Perintah batch adalah semiliar dengan at, namun batch menjalankan program-program manakala sistem menemukan waktu untuk mereka. Perintah cron memungkinkan program untuk menjalankan secara pereodik, dan perintah crontab mengizinkan user untuk mengedit file-file yang digunakan oleh cron. Perintah-perintah scheduling tersebut sangat berguna sat ingin melakukan pengaturan terhadap sistem agar tidak terlalu sibuk menjalankan tugas-tugas. Teknik ini juga sangat baik untuk eksekusi script-script bagi layanan-layanan exksternal seperti query-query database.
Perintah at
Seperti telah diuraikan diatas, untuk menjadwalkan satu atau beberapa perintah pada waktu yang ditentukan dapat digunakan at. Sebagai contoh, untuk membentuk pekerjaan pada jam 2:30 a.m yakni melakukan pencetakan semua file yang terdapat pada direktori /home/mahasiswa/dimas dan melakukan pengiriman mail pemberitahuan ke user yang bernama anjik bahwa pekerjaan pencetakan telah dilakukan pukul 2.30 a.m. Untuk menuliskan shcedule pekerjaan dengan at yakni dengan menulis perintah baris demi baris dan menekan enter untuk masing-masing perintah dan untuk mengakhiri dapat digunakan <CTRL + D>.
$ at 2.30
lp /home/mahasiswa/dimas/*
echo “File sudah dicetak Pak !” | mail –s “Pencetakan “ dihinamajikan@yahoo.com
<CTRL + D>
Beberapa variasi penggunaan perintah at dapat dilakukan dengan :
At hh:mm : Penjadwalan kerja berdasarkan jam (hh) dan menit (mm),
menggunakan standard 24 jam
At hh:mm month
day year : Penjadwalan kerja berdasarkan jam (hh) dan menit (mm), bulan,
hari dan tahun tertentu
at –l : Mendaftar jadwal tugas-tugas, merupakan alias utk perintah atq.
At now +count
timeunit : Menjadwalkan pekerjaan sekarang plus hitungan berdasarkan
time-unit ; time unit dapat berupa menit, jam, hari atau minggu
at –d job_id : Membatalkan kerja dengan nomor job_id
Sebagai user root, dapat dengan bebas menjalankan perintah-perintah ini, sedangkan user lian, file-file /etc/at.allow dan /etc/at.deny menentukan permisi permisi menggunakan perintah tersebut. Jika file /etc/at.allow ada, maka hanya user-user yang tercantum dalam file tersebut yang diizinkan untuk menggunakan perintah at . Jika file /etc/at.allo tidak tersedia, sistem akan mengecek file /etc/at.deny yang akan memberikan izin penggunaannya, tapi kalau /etc/at.deny kosong, setiap user dapat menggunakan perintah at ini.  Perintah batch
Dalam sistem Linux tidak hanya memiliki satu perintah untuk penjadwalan tugas-tugas. Dengan menggunakan perintah batch user dapat memberikan kelonggaran terhadap sistem untuk memutuskan sendiri kapan proses dijalankan.
Perintah batch akan dijalankan oleh sistem jika sistem dalam keadaan tidak begitu sibuk. Tugas-tugas yang dijalankan melalui batch akan dieksekusi melalui background. Format menjalankan perintah batch yaitu dengan mengetikkan perintah di terminal dan mengakhiri dengan <CTRL + D> pada akhir baris.
contoh :
$ batch
lp /home/mahasiswa/dimas/*
echo “File sudah dicetak Pak !” | mail –s “Pencetakan “ dihinamajikan@yahoo.com
<CTRL + D>
Perintah cron dan crontab
Untuk menjalankan perintah atau proses yang harus dilakukan secara reguler, dapat menggunakan perintah cron (chronograph). Dengan cron dapat menentukan tanggal dan waktu yang diinginkan untuk menjalankan sebuah perintah dalam file-file crontab.
Program cron hanya dijalankan satu kali, yakni saat sistem di-boot. User-user individual hendaknya diberi izin untuk menjalankan cron secara langsung. Selain itu administrator juga menjalankan aplikasi cron pada start-up file Linux agar cron berjalan saat proses boot terjadi.
Perintah/Aplikasi yang dapat digunakan untuk menuliskan jadwal proses adalah crontab. Dalam file crontab ini konfigurasi penjadwalan proses tersimpan. File contab user disimpan dalam direktori /usr/spool/cron/crontabs dan memberi nama file tersebut dengan nama user. Sehingga jika usernya adalah icha, maka dapat digunakan file text editor untuk mengeditnya pada direktori tersebut.
$crontab icha
Dengan eksekusi perintah tersebut maka file /usr/spool/cron/crontabs/icha akan terbentuk.
Masing-masing baris dalam file crontab memuat sebuah pola waktu dan sebuah perintah. Di mana perintah tersebut akan dieksekusi pada pola waktu yang ditetapkan. Pola waktu dibagi dalam lima field yang dipisahkan oleh spasi atau tab.
Minute hour day-of-month month-of-year day-of-week command
Keterangan range waktu :
Minute : 00 s.d 59
Hour : 00 s.d 23 (tengah malam 00)
Day-of-month : 01 s.d 31
Month-of-year : 01 s.d 12
Day-of-week : 01 s.d 07 (Senin 01, Minggu 07)
Lima field pertama adalah field waktu, sedangkan satu field terkahir adalam field perintah. Dapat digunakan asterisk (*) dalam field waktu jika tidak ingin menentukan waktu – waktu tertentu.
Option perintah crontab terdiri dari :
-e : mengedit file contab
-r : menghapus isi file crontab
-l : Menampilkan daftar crontab

Memasang JAVA SDK di LINUX

Berikut ini kita akan menyiapkan JDK dan JRE Java di Linux agar dapat digunakan membangun dan menjalankan aplikasi Java. Tahap-tahap pemasangan disampaikan dalam bentuk bash script (saya ambil dari history, jika perlu dapat Anda jalankan. Jika ada file yang harus diedit akan disampaikan dalam kotak terpisah. Dalam melakukan instalasi gunakan user level root, sedangkan untuk mencoba pemrograman gunakan user biasa. Seluruh instalasi dan pemrograman dapat dilakukan dari desktop GUI. gambar no.1

> Sun microsystems, merupakan pembuat Java panutan. Sun mengeluarkan tiga kelas paket Java, yaitu J2-SE JRE (hanya berisi JRE), J2-SE SDK (berisi         JDK + JRE), dan J2-EE SDK (berisi JDK+JRE dan tools untuk aplikasi enterprise). Versi SE (Standard edition) tersedia gratis dari         http://java.sun.com.
> Blackdown, merupakan proyek mandiri yang memindah J2-SE Sun khusus ke Linux. Homepage-nya di http://www.blackdown.org.
> IBM, menawarkan paket Java Developer Kit yang performanya jauh lebih bagus dibanding Sun dan Blackdown, namun versinya agak ketinggalan.         (http://www.ibm.com/java). Kaffe, adalah open source JVM dan pustaka kelas Java. Sayangnya tidak begitu kompatibel (http://www.kaffe.org).

CD-ROM InfoLINUX edisi April 2003 menyertakan Blackdown J2 SDK versi 1.4.1-01. Ini sama dengan versi terbaru dari Sun, dengan perbaikan dan menyempurnaan khusus untuk Linux. Sebagai langkah awal, siapkan mesin Linux dengan spesifikasi minimum sebagai berikut:

> Komputer PC Pentium, Memori 128MB, ruang harddisk 500MB.
> Blackdown tidak meminta distro Linux tertentu,tapi Sun menyarankan RedHat 7.1 – 7.3.
> Peket kernel-2.4.18, pustaka glibc-2.2.5,kompiler gcc-3.2. Anda bisa periksa hal ini dengan:

# rpm q <nama-paket-tanpa-versi>

> X-Free versi 4.1. Anda bisa pakai desktop manager apa saja baik KDE, GNOME atau lainnya. Anda juga perlu terminal dan editor teks, misalnya vim     atau emacs.

Setelah hal tersebut siap, masukkan CD-ROM InfoLINUX edisi April 2003, maka kita bisa mulai memasangan J2 SDK seperti tahap-tahap di Listing-1. Anda juga perlu mengedit skrip Bash seperti Listing-2. Pekerjaan ini harus dilakukan sebagai root.

# Listing-1. Perintah-perintah untuk pemasangan j2sdk    di Linux
# Buat direktori /usr/java (anjuran Sun) untuk pemasangan
mkdir -p /usr/java
cd /usr/java
# Mount cd-rom, dan salin paket j2-sdk lalu diberi mode bisa-dieksekusi
mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
cp /mnt/cdrom/java/j2sdk-1.4.1-01-linuxi586.
gcc3.2.bin /usr/java
chmod a+x j2sdk-1.4.1-01-linux-i586.gcc3.2.bin
# Eksekusi paket tersebut untuk memasangnya.
./j2sdk-1.4.1-01-linux-i586.gcc3.2.bin
# Buat link agar mudah diakses, lalu hapus file    instalasi dan umount cdrom
ln -s j2sdk-1.4.1-01 j2sdk
rm j2sdk-*.bin
umount /mnt/cdrom
# Buat bash script untuk mensetup environment yang diperlukan
echo # > /etc/profile.d/setjava.sh
chmod 755 /etc/profile.d/setjava.sh
vi /etc/profile.d/setjava.sh

Setting USB Manual | UBUNTU 7.10

Kadang kala USB dibuntuk tidak bisa mendeteksi secara otomatis, seperti saat kita mencolokkan Flashdisk tapi tidak bisa langsung mendeteksi… tapi anda tidak usah khawatir banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mendeteksi USB secara manual..

Berikut ini cara untuk Setting USB secara manual:

1. Tancapkan usb drive

2. segera setelah usb drive ditancapkan jalankan perintah ini
$ dmesg | tail

3. seharusnya outputnya seperti ini
[ 3969.008000] sd 4:0:0:0: [sda] Write Protect is off
[ 3969.008000] sd 4:0:0:0: [sda] Mode Sense: 00 00 00 00
[ 3969.008000] sd 4:0:0:0: [sda] Assuming drive cache: write through
[ 3969.012000] sd 4:0:0:0: [sda] 2015231 512-byte hardware sectors
(1032 MB)
[ 3969.012000] sd 4:0:0:0: [sda] Write Protect is off
[ 3969.012000] sd 4:0:0:0: [sda] Mode Sense: 00 00 00 00
[ 3969.012000] sd 4:0:0:0: [sda] Assuming drive cache: write through
[ 3969.012000] sda: sda1
[ 3969.124000] sd 4:0:0:0: [sda] Attached SCSI removable disk
[ 3969.140000] sd 4:0:0:0: Attached scsi generic sg0 type 0

4. kalo outputnya gak gitu, mungkin proses scanning usb belum selesai,
tunggu beberapa detik lagi. Kalo gak keluar-keluar berarti usb portnya
masalah, coba tancapin di port lain.

5. Di antara output bahasa planet di point nomor 3, yang penting cuman
bagian ini:
[ 3969.012000] sda: sda1

6. Berikutnya kamu ikutin kata doni, mount manual:
$ sudo mount /dev/sda1 /mnt

Coba jalankan dulu…. jika masuh belum bisa silahkan di gugling saja sendiri … Thankx….

KOMPONEN REPOSITORI | MAIN | RESTRICTED | MULTIVERSE | UNIVERSE | LINUX | UBUNTU 7.10

Repositori perangkat lunak Ubuntu mengandung ribuan paket perangkat lunak yang dikelompokkan ke dalam empat “komponen”. Pengelompokkan dibuat berdasarkan jenis dukungan yang dapat diberikan dan apakah paket tersebut mengikuti Filosofi Perangkat Lunak Bebas. Komponen-komponen tersebut adalah “main”, “restricted”, “universe”, dan “multiverse”.

komponen.png

Repositori perangkat lunak Ubuntu dibagi menjadi empat komponen (main, restricted, universe, dan multiverse) yang dibagi berdasarkan dukungan yang diberikan dan apakah perangkat lunak tersebut sesuai dengan tujuan yang ada dalam Filosofi Perangkat Lunak Bebas.

Instalasi standar Ubuntu berisi sebagian perangkat lunak yang berasal dari komponen main dan restricted. Anda dapat melakukan instalasi perangkat lunak tambahan dengan menggunakan Synaptic Package Manager atau Aptitude. Komponen lainnya ditambahkan dengan cara mengubah berkas /etc/apt/sources.list. Lihat “man sources.list” untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dalam melakukan perubahan pada berkas sources.list.
Komponen “main”

main.png

Komponen “main” berisi aplikasi yang termasuk perangkat lunak bebas, dapat didistribusikan ulang dengan bebas, dan didukung penuh oleh tim Ubuntu. Dalam komponen ini terdapat aplikasi open source yang paling populer dan dapat dipercaya, yang sebagian besar sudah terinstal secara baku (default) saat Anda melakukan instalasi Ubuntu.

Perangkat lunak dalam komponen main berisi aplikasi yang dirasakan penting oleh pengembang Ubuntu, komunitas, dan pengguna; dan tim keamanan dan distribusi Ubuntu berniat mendukungnya.
Dengan menginstal perangkat lunak dari komponen main, Anda dapat percaya bahwa perangkat lunak tersebut hadir dengan perbaikan keamanan dan dukungan teknis.

Kami yakin bahwa perangkat lunak dalam komponen main ini adalah perangkat lunak yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang dalam membangun desktop yang fungsional atau server internet yang hanya menjalankan perangkat lunak open source.

Lisensi dari aplikasi haruslah bebas, tetapi komponen main dapat berisi firmware biner dan font pilihan yang tidak dapat dimodifikasi tanpa izin dari pemiliknya. Batasan yang ada pada semua kasus di atas tidak boleh membebani hak untuk melakukan distribusi ulang.
Komponen “restricted”

restricted.png

Komponen restricted disediakan bagi perangkat lunak yang umum digunakan dan didukung oleh tim Ubuntu walaupun tidak hadir dalam lisensi bebas secara penuh. Harap dicatat bahwa perangkat lunak tersebut dapat saja tidak didukung secara penuh mengingat kami tidak dapat memperbaiki sendiri perangkat lunak tersebut. Kami hanya dapat melaporkan masalah yang terjadi ke pemilik aslinya.

Beberapa perangkat lunak dari komponen restricted akan diinstal dalam CD Ubuntu, namun telah dipisahkan sehingga dapat dihapus dengan mudah. Kami memasukkan perangkat lunak seperti ini karena perangkat lunak tersebut dibutuhkan oleh Ubuntu agar dapat berjalan pada beberapa mesin tertentu – contohnya adalah driver biner dari vendor video card yang merupakan satu-satunya cara agar Ubuntu dapat berjalan diatasnya. Pada dasarnya, kami hanya akan menggunakan perangkat lunak open source kecuali tidak ada cara lain yang mudah dilakukan untuk menginstal Ubuntu. Tim Ubuntu bekerja sama dengan vendor-vendor seperti itu demi mempercepat perangkat lunak milik mereka menjadi open source demi menjamin ketersediaan perangkat lunak bebas sebanyak mungkin.
Komponen “universe”

universe.png

Komponen universe adalah gambaran dari Linux dan dunia perangkat lunak bebas dan open source. Dalam komponen universe, Anda akan mendapatkan hampir semua perangkat lunak open source maupun perangkat lunak dengan lisensi less open. Semuanya telah dibangun dari berbagai sumber yang tersedia bagi publik. Semua perangkat lunak ini disusun menggunakan library dan tool yang menjadi bagian dari komponen main. Sehingga perangkat lunak tersebut seharusnya dapat diinstal dan bekerja dengan main dengan perangkat lunak yang terdapat dalam komponen main. Namun perangkat lunak dalam komponen universe ini tidak dijamin akan mendapatkan perbaikan keamanan maupun dukungan. Komponen universe berisi ribuan perangkat lunak. Dengan menggunakan komponen universe ini, pengguna dapat merasakan keragaman dan fleksibilitas yang disediakan oleh dunia open source yang luas dan dibangun di atas inti Ubuntu yang stabil.

Harap dicatat: Komponen universe tidak diaktifkan secara baku (default) ketika Anda menginstal Ubuntu sehingga Anda perlu mengaktifkannya sendiri. Canonical tidak memberikan jaminan perbaikan keamanan berkala bagi perangkat lunak yang tersedia dalam komponen universe. Namun perbaikan keamanan tersebut tetap akan diberikan ketika komunitas sudah membuatnya. Pengguna harus sadar dengan risiko yang dibawa oleh penggunaan paket-paket dalam komponen universe.

Anda dapat mengaktifkan komponen universe dengan mengubah berkas “/etc/apt/sources.list” setelah menginstal Ubuntu.

Perangkat lunak yang popular maupun telah didukung dengan baik akan dipindahkan dari komponen universe ke main jika ada orang yang mau memeliharanya dan ia mau mengikuti standar pada komponen main yang telah ditetapkan oleh tim Ubuntu.
Komponen “multiverse”

multiverse.png

Komponen multiverse berisi perangkat lunak yang “tidak bebas” dalam artian lisensi yang disertakan pada perangkat lunak tersebut tidak sesuai dengan Kebijakan Lisensi pada Komponen “main”.

Merupakan tanggung jawab Anda untuk mengecek hak Anda dalam penggunaan suatu perangkat lunak sehingga sesuai dengan lisensi yang diberikan oleh pemegang hak cipta.

Perangkat lunak ini tidak didukung dan biasanya tidak dapat diperbaiki maupun diperbaharui. Risiko penggunaan Anda tanggung sendiri.

SHARE KEYBOARD DAN MOUSE MENGGUNAKAN SYNERGY DI UBUNTU 7.10 | FILE SHARING | LINUX | UBUNTU 7.10

Jika anda yang kesehariannya bekerja menggunakan dua kompuer atau lebih, untuk berpindah kekomputer lain mungkin sedikit menyusahkan karena juga harus berpindah tempat duduk. Dan kesulitan untuk mengatur posisi komputer agar didapat PW alias posisi wuenak :), tapi tidak perlu kawatir dengan package synergy<link> anda dapat menghubungkan dua komputer atau lebih seperti menjadi satu komputer, keyboard dan mouse akan menjadi satu dan dapat berpindah ke layar komputer lain. Sehingga memudahkan anda yang biasanya bekerja menggunakan multi komputer. Proses transfer data juga begitu mudah tinggal klik copy di layar lain dan tinggal paste di layar lain.. seppzz gak….

langkah-langkah:

Install dulu package synergy dari repo ubuntu (jika tersedia)

$ sudo apt-cache search synergy
quicksynergy – GUI for easy configuration of Synergy
synergy – Share mouse, keyboard and clipboard over the network

$ sudo apt-get install synergy

jika di repo ubuntu tidak tersedia anda bisa download disini<link>

$ sudo dpkg synergy.deb //untuk menginstall paket synergy.deb

Setelah terinstall, edit file /etc/synergy.conf. secara default file ini tidak ada sehingga anda harus membuatnya secara manual.

$ sudo gedit /etc/synergy.conf

sebelum mengedit tentukan beberapa hal berikut:

1. Jadikan salah satu komputer sebagai server, misal Hostname komputer1 <b>majikan</b> dan klien adalah bibi. dan masing mempunyai informasi ip address majikan 192.168.0.1 dan bibi 192.168.0.2

2. Penempatan posisi komputer sangat penting karena berhubungan dengan konfigurasi file synergy.conf. jadi posisi kedua komputer tersebut adalah majikan sebelah kiri dan bibi sebelah kanan, sehingga file konfigurasi synergy.conf menjadi sbb:

section: screens
majikan:
bibi:
end
section: links
majikan:
right = bibi
bibi:
left = majikan
end

untuk keterangan lebih jelasnya silahkan lihat di manual nya synergy.

pada server dalam hal ini majikan ketikkan perintah berikut:

$ sudo synergys -f -c /etc/synergy.conf

dan pada klien dalam hal ini bibi ketikkan perintah barikut:

$ synergyc -f 192.168.0.1 // untuk memanggil server yaitu majikan

silahkan mencoba semoga berhasil dan bermanfaat.

MENGENAL PERINTAH DASAR PADA LINUX | UNIX | SHELL | TERMINAL

Mungkin tulisan ini sudah basi bagi para linuxer yang setiap harinya menggunakan terminal untuk mengatur seluruh proses pada system. Tapi bagi para newbie yang juga seperti saya ini 🙂 dan bagi para linuxer yang baru mengenal linux mungkin tulisan ini sangat berarti dan sangat bermanfaat untuk mengenal perintah-perinta dasar di linux atu unix. Jika pada DOS penamaan file hanya mengikuti aturan /- bentuk 8.3 (8 karakter nama file dan 3 ekstension) misal, ABCDEFGH.TXT .

Huruf besar dan huruf kecil pada perintah dan nama file adalah berbeda, misal NAMAFILE.tar.gz berbeda dengan namafile.tar.gz , perhatikan perintah ls akan salah jika diketikkan LS.

Tidak ada ekstension wajib seperti .COM dan .EXE untuk program dan .BAT untuk batchfile. file yang dapat diekskusi akan ditandai dengan tanda asterisk, kalau di DOS file backup akan berekstensi .BAK kalau dilinux akan ditandai dengan ‘~’ kalau file yang dimulai dengan tanda (.) adalah file yang tersembunyi di linux dan file tidak akan ditampilkan jika kita memberi perintah ls.

Program DOS menggunakan tanda / sebgai parameter/switch kalau dilinux menggunakan tanda – sebagi parameter/switch, contoh di DOS menggunakan perintah dir/s kalau dilinux menggunakan ls -R.

perintah dasar linux | unix

1.  cp -> perintah dasar digunakan untuk mengcopy file atau direktori.

penggunaan:
cp [option]… [-T] SOURCE DEST
cp [option]… SOURCE…DIRECTORY
cp [option]… -t DIRECTORY SOURCE…
Copy SOURCE to DEST, or multiple SOURCE(s) to DIRECTORY

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
-a, –archive                same as -dpR
–backup[=CONTROL]       make a backup of each existing destination file
-b                           like –backup but does not accept an argument
–copy-contents          copy contents of special files when recursive
-d                           same as –no-dereference –preserve=link
-f, –force                  if an existing destination file cannot be
opened, remove it and try again
-i, –interactive            prompt before overwrite
-H                           follow command-line symbolic links
-l, –link                   link files instead of copying
-L, –dereference            always follow symbolic links
-P, –no-dereference         never follow symbolic links
-p                           same as –preserve=mode,ownership,timestamps
–preserve[=ATTR_LIST]   preserve the specified attributes (default:
mode,ownership,timestamps), if possible
additional attributes: links, all
-c                           same as –preserve=context
–no-preserve=ATTR_LIST  don’t preserve the specified attributes
–parents                use full source file name under DIRECTORY
-R, -r, –recursive          copy directories recursively
–remove-destination     remove each existing destination file before
attempting to open it (contrast with –force)
–sparse=WHEN            control creation of sparse files
–strip-trailing-slashes remove any trailing slashes from each SOURCE
argument
-s, –symbolic-link          make symbolic links instead of copying
-S, –suffix=SUFFIX          override the usual backup suffix
-t, –target-directory=DIRECTORY  copy all SOURCE arguments into DIRECTORY
-T, –no-target-directory    treat DEST as a normal file
-u, –update                 copy only when the SOURCE file is newer
than the destination file or when the
destination file is missing
-v, –verbose                explain what is being done
-x, –one-file-system        stay on this file system
-Z, –context=CONTEXT        set security context of copy to CONTEXT
–help     display this help and exit
–version  output version information and exit

2. rm -> perintah dasar digunakan untuk menghapus file atau direktori.

penggunaan: rm [option]…FILE…

-d, –directory       unlink FILE, even if it is a non-empty directory
(super-user only; this works only if your system
supports `unlink’ for nonempty directories)
-f, –force           ignore nonexistent files, never prompt
-i, –interactive     prompt before any removal
–no-preserve-root  do not treat `/’ specially (the default)
–preserve-root   fail to operate recursively on `/’
-r, -R, –recursive   remove directories and their contents recursively
-v, –verbose         explain what is being done
–help     display this help and exit
–version  output version information and exit

3. mkdir -> perintah dasar digunakan untuk membuat direktori baru

penggunaan: mkdir [option] DIRECTORY…

-Z, –context=CONTEXT (SELinux) set security context to CONTEXT
Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
-m, –mode=MODE   set permission mode (as in chmod), not rwxrwxrwx – umask
-p, –parents     no error if existing, make parent directories as needed
-v, –verbose     print a message for each created directory
–help     display this help and exit
–version  output version information and exit

4. ls -> perintah dasar digunakan untuk melihat isi dari direktori.

5. dir -> perintah dasar digunakan untuk melihat isi dari direktori.

6. vdir -> perintah dasar digunakan untuk melihat isi dari direktori.

7. pushd -> perintah dasar digunakan untuk masuk dalam sebuah direktori.

8. tunggu tulisan berikutnya, penulis sedang sibuk pacaran…..

TIPS MENJAGA BATERAI LAPTOP AGAR TETAP AWET

Anda pengguna piranti laptop?Piranti yang satu ini memang membuat anda tetap dapat melakukan banyak pekerjaan atau apa saja yang berhubungan dengan profesi anda, selama laptop terkoneksi dengan listrik tanpa membuat anda harus bergerak berpindah tempat.

Anda juga menggunakan baterai laptop tanpa terkoneksi dengan listrik akan tetapi baterai laptop umumnya tidak dapat bertahan lama. paling lama anda menggunakan baterai laptop selama 2-3 jam saja, dan setelah itu anda harus mengisi ulang baterai (recharge).

Berikut ini tips menjaga baterai laptop untuk menjaga baterai laptop agar tetap awet:

1. Defrag Harddisk anda secara teratur, terutama saat anda menggunakan laptop dengan listrik. ini akan membuat harddisk bekerja lebih efisien, dan anda dapat menghemat pemakaian baterai laptop anda.

2. Kurangi volume pencahaayan atau resolusi pada monitor laptop, atur sampai pada level tertentu untuk menekan kapasitas energi baterai laptop.

3. Hindari multitasking. tutup program-program lain seperti mesin pencari,musik,game, yang tidak anda gunakan kecuali program penting yang benar-benar sedang anda kerjakan. Multitasking akan membua load pada cpu semakin besar dan memperpendek usia baterai.

4. Matikan atau tutup penggunaan eksternal Device(USB,mouse,WIFI) bila selesai digunakan, karena akan memboroskan baterai laptop anda.

5. Tambahkan RAM(Random Access memori) pada laptop anda, sehingga anda dapat melakukan pemrosesan data semakin cepat. kapasitas memori yang dihasilkan harddisk sangat terbatas dan standar. Dengan menambahkan memori, berarti menambah pemakaian energi, sehingga mempercepat pemrosesan data terutama saat anda membuka program2 aplikasi yang memakan memori dalam jumlah besar.

6. Gunakan Harddisk sebagai empat penyimpanan data. Bukan CD atau DVD. Putaran CD atau DVD akan menyedot energi yang besar, bahkan ketika tidak digunakan. sedapat mungkin gunakan hanyasatu tempat penyimpanan data saja.

7. Bersihkan baterai anda setiap beberapa bulan sekali, dengan lap halus atau alkohol, agar pemindahan dari listrik kebaterai lebih efisien.

8. Gunakan baterai secara seimbang. jangan baterai lama tidak digunakan, dan jika baterai habis segeralah di charge, jangan dibiarkan lama tidak dicharge, terutama untuk baterai Li-IOn.

9. Lebih baik mematika laptop jika tidak digunakan dalam waktu lama jangan dibiarkan dalam keadaan standby, karena akan menguras energi baterai.

10. Jika anda menggunakan laptop dalam waktu yang lama, lebih baik mencopot baterai dan menggunakan listrik karena jika baterai dibiarkan terus di charge padahal isinya sudah penuh, maka akan mengakibatkan baterai menjadi drop..