Flickr

This is a test post from flickr, a fancy photo sharing thing.

Download Themes buat Handphone

Selain wallpaper hp dan ringtones, download themes untuk HP (handphone) juga bisa didapatkan dengan mudah dan gratis di Internet. Tapi karena dunia maya begitu luas, bagi beberapa orang susah untuk menemukan website-website yang paling komplit menyediakan themes bagus dan keren untuk ponsel.

Pada artikel ini akan dibahas beberapa Website terbaik yang menyediakan themes untuk ponsel ternama seperti Nokia, Motorola, SE (Sony Ericsson) dan lain-lain. Semua website yang bahas disini menyediakan secara GRATIS jadi gak perlu takut mengeluarkan duit sekecil apapun 🙂

mobile9.com

mobile9

Mobile9 menyediakan banyak sekali themes untuk berbagai merk handphone ternama seperti Nokia, Motorola, Pocket PC, Sony Ericsson, Siemens, O2 Xphone II, Windows Mobile, dan smartphone bersistem operasi symbian lainnya. Benar-benar komplit! Setiap hari akses pengguna untuk mendownload dibatasi hingga 15 kali download file. Jika ingin lebih dari itu, Anda harus mendaftar terlebih dahulu. Tenang aja, daftarnya masih gratis kok 🙂 Dibandingkan website sejenis, mobile9 merupakan situs wajib yang harus Anda kunjungi untuk mendapatkan themes terbaru. Bukan hanya themes, website ini juga menyediakan berbagai konten menarik lainnya untuk ponsel seperti wallpaper, ringtone, screen saver, video, software, logo operator, sms dan lainnya. Komplit banget kan!

onSmartPhone.com

onsmartphone

Website berwarna dominan putih ini menyimpan koleksi themes hp gratis sebesar 29,677 ketika artikel ini ditulis. onSmartPhone menyediakan berbagai themes untuk hp ternama seperti mobile9 namun dengan tambahan themes untuk beberapa smartphone merk Samsung, LG, dan Panasonic. Anda dapat mencari themes berdasarkan kategori, author, atau tipe ponsel yang Anda pakai.

babinokia.com

babinokia

Meskipun nama blog ini terdengar aneh 🙂 Babinokia menyediakan themes gratis khusus untuk smartphone symbian 3rd edition. Anda dapat melihat berbagai preview themes terbaru yang dijamin keren banget dan pasti bikin Anda gak tahan untuk mendownloadnya 🙂 Setiap minggu blog ini menyediakan themes terbaru yang unik dan keren. Untuk mencari themes yang Anda suka jelajahi saja link kategori yang ada disamping. Anda juga secara khusus menyediakan themes untuk nokia NSeries sepert N70 dan N90.

Source:dhinata.com

Sistem informasi

Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.

Definisi lainnya

Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan

Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna.

contoh MNC (Negara, Multinational Corporation (MNC) dan Buruh)

Negara adalah organisasi yang sangat kokoh dan kuat. Didalamnya ada
banyak unsur, seperti penduduk, wilayah, angkatan bersenjata, sistem
birokrasi dan sebagainya. Semua itu merupakan hasil perkembangan
berabad-abad, sejak abad ke-16 di Eropa Barat, dan ditiru di seluruh
dunia. Pada saat ini tidak ada entitas politik yang disebut negara
yang tidak mempunyai kedaulatan, baik kedaulat ke dalam maupun ke luar.

Kedaulatan ini dijamin oleh Perjanjian Westphalia yang diadakan pada
tahun 1648. Meskipun sesudah perjanjian itu masih terjadi pelanggaran
kadaulatan berulang-ulang kali, perjanjian tersebut masih diakui
sebagai basis kedaulatan negara dewasa ini. Bahkan dapat dikatakan
Perjanjian Westphalia berdiri sebagai paradigma yang tidak terucapkan
dalam hubungan internasional saat ini.

“Negara” pada dasarnya adalah gejala modern yang diperlukan oleh
manusia modern untuk mengorganisasi kehidupan bersama secara modern.
Sebagaimana diuraikan oleh Anthony Giddens (The Nation-State and
Violence, 1985) di Eropa, pada masa feodal misalnya, tidak dikenal
“negara” dengan batas-batas wilayah yang tegas. Pada fase berikutnya,
ketika absolutisme berhasil menaklukkan penguasa feodal, negara masih
pada taraf embrio karena di situ belum ada sistem administrasi, sistem
perpajakan dan sebagainya. Baru ketika muncul “nation-state” pada abad
ke-17 munculah negara di Inggris yang mempunyai batas wilayah yang
kurang lebih tegas, dilengkapi dengan sistem administrasi dan sistem
perpajakan, juga dengan ideologi nasionalisme. “Warganegara” dituntut
untuk setia kepada negara, dan negara berkewajiban untuk melindungi
warganegaranya.

Dari Inggris bentuk negara ini menyebar ke seluruh Eropa, dan akhirnya
ke seluruh dunia. Dalam varian apapun, negara mempunyai kedudukan yang
sentral dalam masyarakat modern. Entah orang suka atau tidak,
kehidupan modern membutuhkan organisasi yang disebut “negara”. Para
penguasaha yang tidak suka membayar pajak, membutuhkan negara karena
negara dapat memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum, terutama
hukum atas hak milik pribadi. Negara menyediakan fasilitas pendidikan
gratis, bahkan di Eropa Barat negara menyediakan pelayanan kesehatan.
Kaum papa dan mereka yang telah pensiun dapat mengharapkan uluran
tangan negara berupa aneka tunjangan dan subsidi. Kendati arus
privatisasi telah melanda beberapa negara di Eropa, negara tetap saja
menagatur dan menentukan kehidupan individu, mulai dari soal merokok,
batas umur boleh minum (alkohol), batas umur nonton film dan sebagainya.

Pertanyaannya: mengapa negara yang dicita-citakan itu sekarang
kehilangan peranannya? Mengapa negara malah mengambil sikap masa
bodoh, bahkan ikut menjerumuskan warganegara ke dalam aneka kesulitan?
Dalam hal perburuhan, mengapa negara tidak memberikan perlindungan
yang secukupnya menghadapi perusahaan multinasional?

Negara sebagai Sumber Masalah

Sejak tahun 1980-an kehadiran negara dianggap bermasalah. Pendapat
seperti ini pada umumnya ditiupkan oleh para ekonom neoliberal yang
mengemukakan alasan state failure untuk menyingkirkan negara. Banyak
masalah ekonomi maupun non-ekonomi, kata mereka, berakar pada adanya
negara. Misalnya, Milton Friedman, dalam tulisannya yang dibaca oleh
setiap ekonom, mengatakan: “A liberal is fundamentally of concentrate
power… He is suspicious of assigning to government any functions
that can be performed through the market, both because this
substitutes coercion for voluntary co-operation in the area in
question and because, by giving government an increased role, it
threatens freedom in other areas” (Friedman, 1962:39). Pendiriannya
tegas, ganti negara dengan pasar, dan semua orang akan bahagia.

Pandangan emoh negara tersebut dimulai pada awal tahun 1980-an di
Inggris di bawah Perdana Menteri Margaret Thatcher, dan di Amerika
Serikat di bawah Presiden Ronald Reagan. Di dua negara tersebut negara
seakan-akan dilucuti dari banyak kegiatan dan wewenang akibat
privatisasi perusahaan milik negara. Hal itu diiringi dengan
pembubaran sistem welfare state sehingga rakyat harus berjuang untuk
mengatasi semua kebutuhannya. Tidak boleh dilupakan juga penurunan
pajak pendapatan untuk orang kaya. Negara yang semula besar (big
government) menjadi kecil (shrinking state).

Sukses di dua negara tersebut menarik banyak negara lain untuk
mengikuti jejaknya. New Zealand dengan cepat menempuh jalan ini. Di
Dunia Ketiga (Amerika Latin, khususnya) juga muncul kebijakan serupa.
Di Indonesia liberalisasi ini datang pada akhir tahun 1980-an,
walaupun tidak cukup radikal. Negara benar-benar di¬-emoh-i oleh para
pembuat kebijakan. Kalau semula negara dipenuhi dengan rambu-rambu dan
pagar, kini negara menjadi rata.

Jaman Berkuasanya MNC

Setelah tanah diratakan, masuklah MNC yang kebetulan tengah mengalami
pertumbuhan cepat pada tahun 1990-an. Yang disebut “perusahaan
multinasional” bermarkas di negara-negara maju, Eropa, Jepang, Kanada,
Amerika Serikat. Ada beberapa yang berasal dari negara-negara
berkembang, tetapi belum banyak. MNC umumnya bergerak di bidang
manufaktur, juga di bidang industri berat (minyak dan tambang), juga
jasa keuangan (bank). Modal mereka peroleh dari pasar saham negara
asal, juga dari pasar saham di seluruh dunia. Jumlah MNC saat ini
tidak kurang dari 63.000 (Gabel dan Bruner, 2004). MNC menggunakan
berbagai macam strategi untuk masuk ke negara-negara yang kaya akan
sumber kekayaan alam.

Sementara itu, bagaikan pucuk dicinta ulam tiba, muncul organisasi
internasional yang membantu supaya seluruh dunia tetap terbuka, yaitu
IMF, World Bank dan WTO. Organisasi-organisasi tersebut semula tidak
dirancang untuk memperdayai negara berkembang, tetapi dalam
perkembangannya pada tahun 1980-an mereka praktis telah menjadi alat
negara-negara maju untuk menjaga “proyek globalisasi” tidak mengalami
hambatan. Semua negara di dunia harus menjalankan pasar bebas,
deregulasi dan privatisasi.

Akibat tekanan dua kekuatan internasional, negara menjadi benar-benar
tidak berkutik. Tak mampu berbuat apa-apa menghadapi dua tekanan
tersebut. Juga seandainya negara ingin berbuat sesuatu. Negara harus
memilih: atau dia membiarkan semua itu berjalan seperti apa adanya,
atau dia kehilangan sumber pemasukan dari perusahaan-perusahaan itu.
Tentu negara memilih yang pertama, bahkan juga negara-negara yang
demokratis. Sekali lagi, persoalannya adalah survival of the state.

Dalam keadaan kas negara yang semakin kosong, negara tidak mempunyai
cukup dana. Terlebih negara sedang berkembang yang di samping
penerimaan pajak yang rendah, juga harus membayar utang luar negeri
yang besar yang memakan porsi besar dari anggaran keuangan tahunan
mereka. Dengan kalimat lain, negara sedang berkembang terpaksa, tidak
bisa tidak, memberi kesempatan kepada MNC, karena merekalah yng dapat
mendatangkan dana bagi kasnya.

Pada masa antara 1945—1980, buruh menikmati perlindungan dari negara.
Tetapi hal itu kemudian berubah. Bukannya melindungi, negara malah
“menjual”-nya kepada MNC. David Korten dalam bukunya When Corporations
Rule the World (2001) dengan jelas dan gamblang melukiskan sepak
terjang MNC di tingkat dunia sedmikian rupa, sehingga banyak negara,
terutama negara Dunia Ketiga yang kewalahan menyusun kebijakan yang
menguntungkan rakyatnya. Misalnya, beberapa MNC besar sebenarnya telah
membangun sebuah jaringan monopoli yang dengan mudah mengatur harga
dan mengusai pasar global. Perusahaan tingkat nasional dengan skala
yang lebih kecil tidak mungkin bersaing dengan mereka. Apa yang
terjadi kemudian malah bersaing satu sama lain untuk memperoleh order
dari MNC sebagai bagian dari strategi outsorching. Inilah persaingan
yang menggorok leher, yang menggiring pada jurang kehancuran para
buruh dan lingkungan hidup (istilahnya: race to the bottom).

Itu sebabnya buruh di Indonesia semakin menderita. Negara mengubah
peraturan perburuhan sedemikian rupa sehingga menguntungkan pengusaha
(global) dengan merugikan para buruh. Negara dan bisnis menciptakan
sistem perburuhan baru yang diberi nama indah Labour Flexibility
Market (LFM). Hal yang terjadi sebelumnya dianggap sistem yang kaku
(rigid), karena perusahaan harus mengangkat tenaga tetap, harus
menyediakan berbagai fasilitas, dan tentu saja menyediakan pensiun.
Sistem LFM pada dasarnya meliputi (Munck, 2002:72)

1. External numerical flexibility – jumlah pekerja disesuaikan
dengan kebutuhan pengusaha.
2. Externalisation – sebagian dari pekerjaan perusahaan diserahkan
kepada sub-kontrak.
3. Internal numerical flexibility – jam kerja dan kerja itu sendiri
disesuaikan dengan kebutuhan pengusaha.
4. Fuctional flexibility – jenis pekerjaan disesuaikan dengan
kebutuhan pengusaha.
5. Wages flexibility – upah kerja disesuaikan dengan produktivitas
dan situasi pasar.

Beberapa jenis fleksibilitas ini pada dasarnya melepaskan pengusaha
dari tanggungjawabnya untuk memberikan “job security” kepada buruh.
Dengan sistem kontrak yang diterapkan, buruh masuk dalam situasi …

 

sumber:

Negara, Multinational Corporation (MNC) dan Buruh[*]
Oleh I. Wibowo

http://www.akatiga..org

Sistem pakar

Dahulu orang sekedar dapat mengolah datanya menggunakan komputer sudah merasa sangat terbantukan, dalam hal ini komputer sudah cukup disebut sebagai ‘Pengolah Data’ saja. Selanjutnya data tersebut dapat pula disajikan dalam bentuk informasi yang ‘relevan’ terhadap kebutuhan penggunanya, sehingga ia disebutlah sebagai perangkat (pelengkap) “Sistem Informasi’. Perkembangan berikutnya adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan para ‘top management’ atau membantu pekerjaan para ‘decision maker’ dengan Sistem yang sering disebut ‘Sistem Penunjang Keputusan’. Saat muncul sistem komputasi modern yang disebut ’sistem cerdas’, maka muncul juga sistem baru untuk sistem pengolahan komputer ini, yaitu yang sering disebut dengan ‘Sistem Pakar’. Sistem Pakar itu apa ?

Ini adalah perpanjangan dari implementasi bidang ‘Artificial Intelligence’ (AI). Bahkan penerapan yang paling terdahulu ’tampak nyata’ di bidang AI adalah Sistem pakar ini. Jadi ada unsur ‘cerdas’ (Intelligent) yang diselipkan ke sistem komputer dalam melakukan pengolahan data (di AI istilah data lebih sering disebut ‘fakta’).Apa yang dimaksud dengan unsur ‘cerdas’, apakah komputer masih terlihat kurang ‘cerdas’ ? Jawabannya ‘YA’. Bahkan ‘kasarnya’, tanpa AI komputer sama sekali tak memiliki ‘hak’ untuk disebut cerdas. Lho…

Untuk memahami konsep di atas, maka mari kita selidiki pengertian ‘cerdas’ lebih detail. Apa syarat sesuatu itu disebut ‘cerdas’ ?

cerdas dalam hal proses pemecahan masalah adalah : ukuran kemampuan dalam menemukan cara atau langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. Jadi gelar ‘cerdas’ diberikan kepada pihak yang menemukan cara (langkah-langkah) pemecahan masalah bukan yang melakukan (mengerjakan) pemecahan masalah tersebut. Sekali lagi bahwa cerdas adalah si ‘penemu’ gagasan bukan si ‘pelaksana’ gagasan tersebut. Mudah sekali tentu untuk membedakan yang mana penemu gagasan dan yang mana pelaksananya.

Ketika kita membuat program secara konvensional, si programmer memiliki kewajiban untuk merancang algoritma dari program tersebut. Ingatlah bahwa algoritma adalah langkah-langkah pemecahan masalah. Dari algoritma di ‘konversi’ ke bahasa pemrograman tertentu dan inilah nantinya yang akan dilaksanakan (di-eksekusi) oleh komputer (setelah di-compile tentunya) . Perhatikan bahwa yang membuat (gagasan) langkah-langkah pemecahan masalah adalah si programmer, si komputer tinggal meng-eksekusi langkah-langkah tersebut. Siapa yang cerdas ? Ya, si pembuat gagasan algoritma, yaitu si programmer. Komputer hanya pelaksana, maka pada model seperti ini jangan katakan komputer itu cerdas.

Jadi, suatu sistem komputer disebut ‘cerdas’ jika tangggungjawab penemuan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut diberikan ke dia (komputer), bukan ke si programmer atau user lainnya. Tugas si programmer dalam hal ini menjadi : menyiapkan suatu sistem bagi komputer agar komputer tersebut dapat meng-ekstrak (kadang disebut juga men-generate) langkah-langkah pemecahan masalah tadi. Pada sistem seperti ini, oleh karena penemuan langkah-langkah pemecahan masalah tidak menjadi tugas programmer, tetapi dilakukan oleh komputer, maka disebutlah sistem seperti ini sebagai sistem cerdas.

Sistem informasi PEmasaran…..

Sesuai perkembangan sekarang, perusahaan yg menggunakan TPS( transaction processing unit, database yag ada dapat digabungkan dg database non transaksi yg berasal dari sistem informasi fungsional. Gabungan database ini dapat digunakan oleh manajer semua level untuk memebuat laporan, salah satu sistem fungsional yg akan kita bahas sekarang adalah sistem informasi pemasaran.

Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagin pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memesarkan produk2 perusahaan tersebut.sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan dengan:

  1. Produk

  2. Tempat

  3. Promosi

  4. Harga produk

menurut mcleod(2000), sistem informasi pemasaran terdiri dari beberapa subsistem antara lain:

  1. Subsistem riset pemasaran, merupakan sistem yg berhubungan dg pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan dan calon pelanggan.

  2. Subsistem informasi pemasaran, merupakan subsistem yg berhubungan dg pengumpulan, pencatatan dan analisis terhadap pesaing.

  3. Subsistem pemrosesan transaksi, merupakan subsistem berupa sistem informasi akuntansi.

  4. Subsistem produk, berguna untuk membuat rencana produk baru.

  5. Subsistem tempat, berguna untuk pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yg sesuai dg pelemparan produk yg dihasilkan.

  6. Subsistem promosi, berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

  7. Subsistem harga, berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.

  8. Subsistem peramalan penjualan, untuk melakukan peramalan penjualan.

Demikian cerita seputar sistem informasi pemasaran menurut mc leod tunggu edisi kedua sistem informasi pemasaran menurut saya…..

Berikut berupa contoh sistem informasi pemasaran produk mobil berupa data flow diagram.

ContoH keuNggulan KOmeptitif dalam Penggunaan Sistem Informasi

Perubahan cepat di dunia bisnis mendorong perusahaan mengandalkan kekuatan informasi sebagai basis untuk berbisnis. Informasi yang didukung teknologi internet telah merevolusi wajah perekonomian dunia untuk berubah dari ekonomi lama (old economy) ke ekonomi baru (new economy). Ekonomi baru melengkapi kegiatan bisnis dunia nyata dengan kekuatan informasi. Untuk memanfaatkan informasi dengan optimal, dunia bisnis perlu menerapkan strategi pengelolaan informasi dan pengetahuan dengan optimal untuk memperbaiki kualitas keputusan, proses, dan produk ataupun jasa yang dihasilkan, serta hubungan yang harmonis dengan pelanggan.

Mengubah Kabar Buruk Menjadi Kabar Baik
Teknologi informasi telah menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan bisnis dunia, termasuk di Indonesia. Dengan mengoptimalkan manfaat dari informasi yang tepat, perusahaan dapat memangkas biaya yang besarnya sangat signifikan. Namun, pemanfaatan informasi memiliki dua sisi: jika perusahaan tidak bisa menggunakannya dengan tepat, maka informasi akan membawa pada kematian, sebaliknya jika perusahaan dapat memanfaatkannya dengan optimal, maka keuntunganlah yang akan didapat.
Sebagai contoh adalah PT Telkom dan PT Pos Indonesia. Revolusi informasi yang masuk bersama dengan teknologi Internet, pada awalnya terlihat seperti membawa lonceng kematian bagi dua perusahaan BUMN di Indonesia ini, karena Internet dianggap akan memakan pasar PT Telkom di industri komunikasi suara dan PT Pos Indonesia di komunikasi melalui pos. Tetapi, karena kedua perusahaan ini berhasil mengelola dan memanfaatkan informasi disertai inovasi di bidang teknologi komunikasi tersebut dengan baik, datangnya perubahan tidak mematikan bisnis kedua perusahaan ini. Mereka merangkul kekuatan informasi dan teknologi Internet tersebut dengan secara signifikan melakukan perubahan-perubahan fisik yang diperlukan dalam memperbaharui produk dan jasa yang mereka tawarkan.
PT Telkom memperkenalkan Telkomnet Instan sebagai jasa layanan internet bagi pengguna telepon tanpa repot (tanpa harus mendaftar dengan prosedur administrasi yang rumit sebagai pelanggan sebuah internet provider), bisa langsung diakses seperti menelepon biasa. Jasa lainnya adalah penyediaan jaringan komunikasi broadband untuk kawasan tertentu yang bisa digunakan untuk TV kabel atau jaringan internet dengan kabel (bukan dial up). Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini, PT Telkom juga menawarkan jasa komunikasi bergerak dengan telepon genggam yang menawarkan pulsa jauh lebih murah dari perusahaan sejenis di industri komunikasi bergerak. Sedangkan PT Pos Indonesia menawarkan produk-produk baru seperti wasantara-net (jasa layanan internet provider), pengiriman kartu pos digital, serta pengiriman surat dan barang yang ditunjang dengan jaringan elektronik yang telah dibangun oleh PT Pos untuk menyosong masa depan menjadi perusahaan kelas dunia.

Mengubah Informasi Pasif Menjadi Informasi Aktif
Informasi, ditunjang dengan teknologi komunikasi yang berkembang cepat hanyalah merupakan alat. Alat ini dikendalikan oleh manusia. Dengan demikian, pelaku bisnis perlu mengelola informasi yang dapat diaksesnya sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan bersama oleh orang-orang yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Di sini, peran knowledge management (KM) menjadi penting. Dengan KM yang tepat, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, informasi penting dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pimpinan di kantor pusat, tetapi juga oleh mereka yang berada di cabang-cabang dan perwakilan perusahaan di seluruh dunia pada waktu yang bersamaan. Jadi, knowledge management dapat mengubah informasi pasif yang hanya tersimpan dalam kepala beberapa orang, atau dalam bentuk cetak, menjadi informasi aktif, yaitu informasi yang di-share sehingga dapat dimanfaatkan secara aktif untuk mengambil keputusan, melakukan inovasi dalam produk dan proses, mendukung pembelajaran yang berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas dari SDM perusahaan.
Sebagai contoh: Perusahaan Nabisco, memanfaatkan information sharing untuk sarana penyempurnaan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan. Melalui Journey, sistem yang khusus diciptakan untuk mengakomodasi kegiatan pengelolaan informasi (knowledge management), seorang manager produk di Malaysia yang ingin mempromosikan peluncuran makanan ringan baru, bisa mengakses Journey untuk melihat informasi tentang kegiatan serupa (promosi peluncuran produk baru) yang pernah ataupun sedang dilakukan di negara lain. Melalui sistem ini, manajer tersebut juga bisa melontarkan pertanyaan di forum diskusi on-line, untuk mendapatkan masukan (ide, usulan strategi atau solusi) dari rekan-rekan sesama manajer produk atau direktur pemasaran di berbagai tempat lain.
Upaya pengelolaan informasi juga dilakukan oleh Yamanauchi, perusahaan farmasi terbesar ketiga di Jepang untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di perusahaan tersebut. Masalah-masalah yang terjadi bisa dengan lebih cepat ditangani melalui forum diskusi on-line antarpimpinan di berbagai divisi dan berbagai daerah. Keputusan yang menyangkut penerapan berbagai terobosan baru juga bisa segera disosialisasikan untuk mendapat alternatif tindakan yang terbaik guna merealisasikan terobosan-terobosan tersebut. Rapat-rapat penting yang melibatkan personel puncak di berbagai daerah menjadi lebih mudah dan efektif dilakukan. Informasi yang akan didiskusikan di e-mail terlebih dahulu untuk dipelajari, sehingga pada saat meeting dilaksanakan (tanpa orang-orang tersebut harus secara fisik hadir di satu tempat), diskusi bisa lebih difokuskan pada analisis alternatif strategi yang disampaikan. Menurut Bill Gates (Business @ the Speed of Thought), di perusahaan otomotif, Ford, Jacques Nasser, President Direktur bidang operasional, memanfaatkan kekuatan informasi untuk membina hubungan dengan karyawan. Setiap hari Jumat, Nasser mengirim email ke 89.000 karyawan di seluruh dunia untuk memberikan ide-ide, informasi tentang perkembangan terkini di industri otomotif, maupun di perusahaan. Ia juga membaca masukan dari karyawan, distributor dan pelanggan untuk perbaikan produk dan kualitas layanan.

Mengubah Pelanggan Musiman Menjadi Pelanggan Loyal
Agar pelanggan menjadi loyal, perusahaan perlu mengenal dengan baik, dan perlu dikenal dengan baik juga oleh target pasar mereka. Caranya adalah dengan memanfaatkan informasi yang tepat untuk membina hubungan dua arah yang harmonis dengan target pasar. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mendekatkan diri dengan pelanggan dengan memberi layanan secara individu kepada mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet untuk mengunjungi pelanggan satu per satu di tempat mereka masing-masing. Melalui teknologi ini, perusahaan bisa memperkenalkan berbagai produk, layanan baru yang ditawarkan perusahaan bagi pelangan, serta berbagai solusi yang diberikan perusahaan untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi pelanggan.
Teknologi internet dengan knowledge management-nya pun bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan berharga (melalui keluhan, usulan, dan pertanyaan yang disampaikan pelanggan) untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan bagi pelanggan, serta menciptakan produk dan layanan baru sesuai dengan perubahan selera dan kebutuhan pelanggan yang bisa diakses dari setiap transaksi yang tercatat. Dengan demikian, baik pelanggan maupun perusahaan bisa saling mengenal dengan baik karakter masing-masing. Karena sudah saling kenal, dengan hubungan yang baik, maka loyalitas pun akan lebih mudah tumbuh.
Dell Computers, perusahaan yang memproduksi komputer dengan mengandalkan keterlibatan pelanggan dalam menentukan sendiri fitur dari komputer yang akan dibeli (bukan fitur yang sudah distandarkan dari pabrik), serta Amazon.com, yang juga mengandalkan keterlibatan pelanggan dengan konsep ”swalayan” (pelanggan bisa memilih sendiri buku yang akan dibeli, dengan harga yang paling sesuai dengan kantong masing-masing), merupakan contoh yang tepat untuk menggambarkan pemanfaatkan kekuatan informasi yang ditunjang dengan teknologi yang tepat untuk memenangkan persaingan. Kedua perusahaan ini tampil sebagai pemenang karena mereka mampu menggunakan informasi untuk memenangkan pelanggan dengan cara yang mengubah paradigmanya dari persaingan dalam produk menjadi persaingan dalam pemanfaatan informasi yang tepat untuk memenangkan persaingan di pasar.
Berbagai bank di Indonesia juga sudah mulai memanfaatkan kekuatan informasi ini, misalnya melalui internet banking, di mana pelanggan diberi kepercayaan dan kemudahan untuk mendapatkan akses terhadap berbagai informasi yang mereka perlukan serta melakukan sendiri transaksi perbankan mereka dengan memanfaatkan internet, misalnya: transfer ke rekening lain, pembayaran berbagai tagihan. Transaksi yang dilakukan pelanggan ini akan tercatat dalam sistem dan informasi yang dihasilkan (antara lain: berapa banyak yang mengakses fasilitas ini, transaksi mana yang paling banyak diminati, masalah apa yang sering menjadi keluhan pelanggan) akan tercatat sehingga mudah diakses oleh para pengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas keputusan mereka, serta mengantisipasi perubahan minat dan kebutuhan pelanggan.
Sudah siapkah Anda memanfaatkan kekuatan informasi untuk melaju di era yang penuh perubahan dan persaingan yang ketat?

sumber http://www.detik.com