Ringtone Lucu Buat Handphone

Karena banyak sekali yang kesasar ke blog saya dengan keyword ringtone gokil gratis atau ringtone naruto, maka sekarang saya sediakan sesuai permintaan. Berikut ini beberapa ringtone yang saya sediakan untuk anda.

  1. Ringtone Bayi Jepang (japanese babby ringtone). Konyol abis, gokil, bayinya ketawa dengan bahasa jepang. Pas buat ringtone. download
  2. Ringtone Naruto, Kanashimi. Pas buat para fans Naruto. Kamu bisa download ringtonenya disini. Download.
  3. Ringtone Disco. Ajeb-ajeb, asik dah,,, nyokk ngedisco.. cocok buat ringtone hape kamu.
  4. Ringtone Ciuman (kissing ringtone) Suara ciuman genit yang bakal bikin cewek kamu cemburu abis!! buruan download..
  5. Ringtone Tokyo Drift: Masing ingat dengan film balapan gokil tokyo drift?? nah,, kamu sekarang bisa download ringtonenya disini.

Gimana,, ringtonenya gokil, lucu, dan aneh abis kan?? makanya buruan di download. Mumpung gratis!! Tapi jangan minta yang aneh-aneh maca ringtone desahan wanita atau wallpaper bugil ya.. nakal itu namanya..

Buat yang mau download themes buat HP bisa liat disini

Tags: , , , , , ,

Posting Terkait

Sumber: Download Ringtone Gokil Gratis Buat HandphoneShiroGadget Sponsor: Game Flash Gratis

EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution)

Kapasitas EDGE Sebagai Teknologi Data Transfer Tingkat Advance

Pada GPRS menawarkan kecepatan data sebesar 115 kbps, dan secara teori dapat mencapai 160 kbps. Sedangkan pada EDGE kecepatan datanya sbesar 384 kbps, dan secara teori dapat mencapai 473,6 kbps. Secara umum kecepatan EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS. Hal ini dimungkinkan karena pada EDGE digunakan teknik modulasi (EDGE menggunakan 8PSK,GPRS menggunakan GMSK) dan metode toleransi kesalahan yang berbeda dengan GPRS, dan juga mekanisme adaptasi pranala yang diperbaiki. EDGE juga menggunakan coding scheme yang berbeda dengan GPRS. Dalam EDGE dikenal 9 macam skema pengkodean, sedangkan di GPRS hanya ada 4 skema pengkodean.

Sekilas sejarah perkembangan teknologi EDGE

EDGE mengalami perkembangan dari beberapa generasi terdahulu. Perkembangan teknologi ini didahului oleh AMPS sebagai teknologi komunikasi seluler generasi pertama pada tahun 1978, hingga sekarang (tahun 2006), perkembangan nya sudah sampai pada teknologi generasi ke-4, walaupun masih dalam tahap penelitian dan uji coba. GSM sendiri sebagai salah satu teknologi komunikasi mobile generasi kedua, merupakan teknologi yang saat ini paling banyak digunakan di berbagai negara. Dalam perkembangannya, GSM yang mampu menyalurkan komunikasi suara dan data berkecepatan rendah (9.6 – 14.4 kbps), kemudian berkembang menjadi GPRS yang mampu menyalurkan suara dan juga data dengan kecepatan yang lebih baik,115 kbps.

Pada fase selanjutnya, meningkatnya kebutuhan akan sebuah system komunikasi mobile yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan untuk menjawab kebutuhan ini kemudian diperkenalkanlah EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 3 kali kecepatan GPRS, yaitu 384 kbps.

Pada pengembangan selanjutnya, diperkenalkanlah teknologi generasi ketiga, salah satunya UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service), yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 2 Mbps. Dengan kecepatan hingga 2 Mbps, jaringan UMTS dapat melayani aplikasi-aplikasi multimedia (video streaming, akses internet ataupun video conference) melalui perangkat seluler dengan cukup baik. Perkembangan di dunia telekomunikasi seluler ini diyakini akan terus berkembang, hingga nantinya diperkenalkan teknologi-teknologi baru yang lebih baik dari yang ada saat ini. Akhir-akhir ini, para ilmuwan berusaha mengembangkan teknologi telekomunikasi seluler dengan jangkauan yang sangat lebar, tingkat mobilitas tinggi, layanan yang terintegrasi, dan berbasikan IP (mobile IP). Teknologi ini diperkenalkan dengan nama “Beyond 3G” atau 4G.

Kapasitas dan Kapabilitas EDGE Sebagai Teknologi Mobile Generasi Ketiga (3G)

Sebagaimana telah disinggung pada poin sebelumnya, EDGE memiliki Dalam transfer data, misalnya, teknologi EDGE bisa tiga kali lebih cepat dari teknologi GPRS. Artinya, bila pelanggan selular ingin mendownload pesan MMS dengan teknologi GPRS memerlukan waktu puluhan detik, tapi dengan teknologi EDGE, hanya perlu waktu beberapa detik saja.

Kelebihan lain, bila teknologi GPRS memiliki kemampuan transfer data hingga 114 Kbps, teknologi EDGE mampu mendukung data, layanan multimedia hingga 384 Kbps. EDGE merupakan sebutan baru buat GSM 384. Teknologi ini disebut GSM 384, karena memiliki kemampuan transmisi data hingga 384 Kbps.

Menurut GSM World Association, EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 473,8 kilobit/detik. Dengan EDGE, operator seluler dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan GPRS, di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps) dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1x yang hanya sekitar 70-80 kbps. Tentang layanan yang diberikan teknologi ini, yakni berbagai aplikasi layanan generasi ketiga yakni ausio streaming kualitas tinggi, video streaming, permainan on line, high speed download.

Pengimplementasian EDGE

Seperti namanya, EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution), adalah teknologi yang dikembangkan dengan teknologi dasar GSM dan GPRS. Sebuah sistem EDGE dikembangkan dengan tetap menggunakan perangkat yang terdapat pada jaringan GSM/GPRS. Jadi EDGE tidak bisa sendiri. Sebuah sistem GPRS terdiri dari SGSN (Serving GPRS Support Node) dan GGSN (Gateway GPRS Support Node), yang merupakan jaringan corenya, yang ditambahkan pada sebuah jaringan GSM sebelumnya. Sedangkan pada sisi radionya, jaringan GPRS membutuhkan penambahan PCU pada perangkat radio jaringan GSM sebelumnya. Gambar di bawah ini menunjukan diagram jaringan GPRS secara umum.

Pengimplementasian EDGE pada jaringan existing GPRS hanya memerlukan penambahan pada sisi radio aksesnya saja. Sedangkan pada sisi jaringan intinya, EDGE menggunakan perangkat dan protokol yang sama dengan yang digunakan pada jaringan GPRS sebelumnya. Perbedaan jaringan GPRS dan EDGE hanya terdapat pada sisi radio akssnya saja, sedangkan pada sisi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan piranti dan protokol yang sama. Sebuah jaringan GPRS dapat diupgrade menjadi sebuah jaringan dengan sistem EDGE hanya dengan menambahkan sebuah EDGE Transceivier Unit (TRU) pada sisi radio aksesnya.

Proses Kecepatan EDGE

EDGE adalah sebuah cara untuk meningkatkan kecepatan data pada pranala radio GSM. Dengan menggunakan teknik modulasi dan skema pengkodean yang berbeda dengan sistem GPRS sebelumnya, serta dengan melakukan pengaturan pada pranala protokol radionya, EDGE menawarkan kapasitas yang secara signifikan jauh lebih besar dari yang dimiliki oleh system GPRS. Jadi secara umum ada tiga aspek teknik baru pada EDGE jika kita bandingkan dengan GPRS, yaitu
Teknik Modulasi
Teknik Coding
Radio Access Network (RAN)

Modulasi Pada EDGE

Untuk mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dari GPRS yang menggunakan modulasi GMSK (Gausian Minimum Shift Keying), EDGE menggunakan teknik modulasi yang berbeda dengan GPRS yaitu 8PSK (8-Phase Shif Keying). Gambar dibawah ini menunjukan visualisasi dari modulasi GMSK pada GPRS dan 8PSSK pada EDGE yang digambarkan pasa sebuah diagram I/Q, dimana I adalah sumbu real dan Q adalah sumbu imajiner.

Dengan menggunakan modulasi 8PSK, sebuah symbol dikodekan dengan menggunakan 3 bit, sedangkan pada GMSK sebuah symbol dikodekan dengan 1 bit. Karena GMSK dan 8PSK mempunyai simbol tingkat yang sama, yaitu sebesar 270 ksimbol/s, maka secara keseluruhan tingkat modulasi pada 8PSK akan menjadi 3 kali lebih besar daripada GMSK, yaitu sebesar 810 kb/s.

Berdasarkan penjelasandi atas, jarak antar simbol pada 8PSK adalah lebih pendek daripada jarak antar simbol pada GMSK, karena dalam 8PSK ad 8 simbol sedengkan pada GMSK hanya ada 2 simbol. Makin pendek jarak antar simbol mengakibatkan besar tingkat sinyal antar satu simbol dengan simbol lainnya lebih sulit untuk dibedakan. Sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan lebih besar.

Pada kondisi sinyal radio yang cukup baik, perbedaan jarak antar simbol ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas data yang dikirim. Pada saat kondisi sinyal radio yang buruk, maka diperlukan penambahan ekstra bit yang akan digunakan sebagai sebagai koreksi kesalahan, sehingga data yang salah diterima dapat diperbaiki. Sehingga kualitas data pada EDGE tidak kalah dengan kualitas data pada GPRS yang menggunakan MPSK. Lagi pula, dalam EDGE juga digunakan modulasi MPSK yang digunakan pada CS1 sampai dengan CS4 – nya, dan juga dalam EDGE ada proses “penyesuaian paket” yang dapat merubah jenis CS yang digunakan bila terjadi kesalahan pada data yang dikirim.

Teknik Pengkodean Pada EDGE

Pada EDGE dikenal 9 macam teknik pengkodean, yaitu MCS (Modulation Coding Scheme ) 1 sampai dengan MCS9. Sedangkan pada GPRS hanya digunakan 4 buah teknik pengkodean, yaitu CS (coding Scheme) 1 sampai dengan SC4. Empat teknik pengkodean pertama pada EDGE, MCS1 sampai dengan MCS4, menggunakan modulasi GMSK, sama seperti yang digunakan pada GPRS. Sedangkan 5 teknik pengkodean lainnya, MCS5 sampai dengan MCS9, menggunakan modulasi 8PSK.

Baik pada GPRS ataupun EDGE, tingkatan skema pengkodean yang lebih tinggi menawarkan kecepatan data yang lebih tinggi pula tapi di samping itu, makin tingggi tingkatan skema pengkodeannya, maka ketahanannya terhadap kesalahan makin rendah. Artinya, makin tinggi kecepatan paket data, maka makin mudah paket data itu mengalami kesalahan dalam pengirimannya. Hal ini karena, makin tinggi tingkatan skema pengkodeannya, maka tingkatan mekanisme “koreksi kesalahan” yang digunakan makin rendah.

Walaupun MCS1 sampai dengan MCS4 pada EGDE sama-sama menggunakan modulasi GMSK seperti CS1 sampai dengan CS4 pada GPRS, tetapi keduanya memiliki kecepatan yang berbeda. Hal ini karena adanya penggunaan header yang berbeda. Pada EDGE, paket datanya mengandung header yang memungkinkan dilakukannya resegmentasi paket data. Artinya, apabila suatu paket data dikirimkan dengan menggunakan tingkat skema pengkodean yang tinggi (kecepatan lebih tinggi, koreksi kesalahan kurang) dan data tidak diterima dengan baik pada sisi penerima.

Setelah dilakukan permintaan pengiriman ulang (retransmisi) paket data yang salah terima itu, pada pengiriman selanjutnya, skema pengkodean yang digunakan dapat diganti dan disesuaikan dengan kondisi antarmuka radio. Artinya, pada pengiriman selanjutnya, packet data akan dikirimkan dengan menggunakan skema pengkodean yang lebih rendah, yang memiliki mekanisme koreksi kesalahan yang lebih baik. Sehingga diharapkan pada pengiriman kedua ini data dapat diterima dengan baik di sisi penerima.

Berbeda dengan GPRS, resegmentasi paket data ini tidak dapat dilakukan. Sehingga apabila suatu paket data telah dikirim dengan menggunakan suatu skema pengkodean tertentu. Maka walaupun data diterima salah di sisi penerima, pada saat pengiriman berikutnya,data tetap akan dikirim dengan menggunakan skema pengkodean yang sama. Sehingga kemungkinan paket data itu salah diterima di sisi penerima masih sama besar dengan sewaktu pengiriman pertama. Dengan demikian dapat dicapai keseimbangan antara kecepatan transfer dan kualitas data yang ditransfer.

Perkembangan Teknologi EDGE Di Indonesia Dan Perkembangannya pada Masa Depan

Di Indonesia, teknologi EDGE sudah berkembang selama beberapa tahun sejak tahun terakhir EDGE. Perkembangan teknologi GSM di Indonesia bergulir secara pesat dimulai dengan penggelaran secara serempak dual band (GSM 900 dan 1800) dan dilanjutkan penggelaran GPRS secara serempak, telah berhasil menghantar industri memasuki fase 2,5 secara tidak terasa. Belum lama teknologi 2,5G bergulir, lahirlah teknologi 3G yang membawa revolusi dalam teknologi seluler Indonesia. Beberapa provider di Indonesia, seperti Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo berlomba- lomba menciptakan inovasi baru dengan mengusung teknologi 3G. Banyak masyarakat indonesia terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar deperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya yang menggunakan berbagai layanan 3G yang tersedia seperti panggilan video, download content, akses internet kecepatan tinggi, dll.

Setelah kurang lebih 2 tahun diperkenalkan 3G di Indonesia sekarang sudah muncul evolusi dari 3G yang dikenal dengan nama HSDPA atau 3,5G. HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access merupakan teknologi yang berjalan pada platform 3G pada channel baru yang disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang hanya mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G.

Test Kecepatan Internet

Tentunya  pembaca sekalian sudah tahu dengan apa yang namanya GPRS, 3G, dan HSDPA Bukan? Yang belum tahu silahkan search di om google atau id.wikipedia.org  biar mandiri …

Yang akan kita Bahas sekarang adalah perbedaan kecepatan download maupun browsing dari ketiga layanan koneksi broadband tersebut yang dimiliki operator selular di indonesia.

A. GPRS(115 kb/s)

Kalo soal gprs kecepatannya masih lumayan lah kira2 dua kali lipat dari koneksi dial up jadi masih nyaman dah untuk download file-file kecil, browsing, chatting, streaming dikit. Keuntungannya daerah coveragenya udah merata di seluruh Indonesia. Dalam praktek kecepatan tertinggi yang didapat kurang lebih 14-an kb/s rata-rata kecepatan yang didapat sekitar 9-10 kb/s.

B. 3G (320 kb/s)

Nah sekarang kita beranjak ke 3G, layanan yang sedang populernya di indonesia ini ternyata menarik juga nih untuk dibahas. Kecepatannya sekitar 4-5 kali lipat dari koneksi GPRS, waduh bukan nyaman lagi… Uenak tenan… Hehehe… Tapi daerah coveragenya di Indonesia masih dalam masa perluasan. Dalam praktek kecepatan tertinggi yang didapat sekitar 55 kb/s rata-rata kecepatan yang didapat sekitar 35-45 kb/s.

C. HSDPA (3,2 mb/s)

Waduh kalo beranjak ke teknologi yang juga disebut 3.5G ini jangan tanya lagi soal kecepatan koneksinya, lebih dari puas euy…! Kecepatannya sekitar 6-7 kali lipat dari 3G…! Ini mah Super Duper Uennaaak Tenaan…! Hihihi… Daerah coveragenya masih lumayan dikit tuh… Dalam praktek kecepatan yang didapat sekitar 300-400 kb/s atau lebih cepat lagi…

Jika anda merasakan bahwa kecepatan internet anda kian hari kian lambat, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah melakukan benchmark dengan memanfaatkan jasa internet speed test site. Internet Speed Test akan memberikan data yang seakurat mungkin tentang berapa besar bandwith yang tersedia untuk akses internet anda.

Meskipun anda menggunakan akses broadband atau 3G atau Dial Up sekalipun, internet speed test akan membantu anda untuk mengetahui apakah benar anda mendapatkan kecepatan maksimal seperti yang dijanjikan oleh ISP atau operator anda? Jangan sampai di iklan ditulis anda bisa mendapatkan kecepatan sampai 512 Kbps, tapi kenyataannya kecepatan internet anda justru  hanya 128 Kbps saja.

Untuk melakukan test terhadap kecepatan akses internet, Anda bisa memanfaatkan jasa-jasa website berikut ini yang memang hadir untuk satu tujuan “Internet Speed Test”

1. Speedtest.net Internet Speed Test

Inilah salah satu internet speed test terbaik yang ada di muka bumi ini. Dengan berbagai pilihan lokasi yang tersedia, anda bisa leluasa melakukan test kecepatan internet anda. Hebatnya lagi, layanan speed test ini gratis bahkan tidak hanya itu, di Speedtest.net disediakan menu log untuk mencatat test-test yang pernah anda lakukan, bila itu belum juga cukup, anda bisa mengirimkan hasil test internet anda ke teman atau sahabat anda sehingga mereka bisa tahu berapa kecepatan internet anda. .

2. AuditmyPC.com Internet Speed Test

Satu lagi yang terbaik untuk menguji kecepatan internet anda adalah AuditmyPC. Dengan AuditmyPC.com  anda bisa mengetest kecepatan download maupun upload dari koneksi internet anda. Tidak hanya itu AuditmyPC juga menyediakan layanan untuk mengetes kinerja dari Firewall anda, apakah efektif atau tidak.

Manajemen Proses di LINUX (part 2)

Jobs control adalah fasilitas yang memungkinkan suatu program dihentikan secara sementara dan kemudian dijalankan kembali. Fasilitas ini dapat dipakai untuk memindahkan program yang sedang berjalan secara background (dilatar belakang) ke foreground (di latar depan) atau sebaliknya. Fasilitas ini meniru fasilitas pada C shell.
Jika seseorang memberikan perintah (script shell, utilitas atau program), perintah tersebut akan menjadi sebuah job, terlepas perrintah itu dijalankan dilatar depan atau belakang.
Jobs control biasanya diaktifkan secara otomatis begitu berada di prompt (shell). Untuk mengetahui fasilitas ini sudah dijalankan atau belum, dapat deketahui dengan perintah :
$ set –o | grep monitor
monitor on
Jika perintah di atas menghasilkan informasi berupa “monitor on” berarti fasilitas job control sudah diaktifkan. Apabila fasilitas tesebut belum aktif, dapat diaktifkan dengan perintah :
$ set -o monitor
$ set -m
Untuk menjalankan perintah di background, perlu akhiran & disetiap perintah yang akan dijalankan.
$find / -name *.c –print > c.out 2> c.error &

Perintah diatas dipakai untuk memperoleh semua file berakhiran *.c dari root (/) danhasilnya ditempatkan ke file c.out. Adapun kalau ada sesuatu kesalahan (misalnya karena tidak diperkanankan membaca direktori tertentu berhubungan dengan ijin akses) kesalahan tersebut direkam ke file c.error. Proses ini dilakukan dibelakang layar, dan diberi nomor job dan identitas proses (PID).
Apabila nomor job adalah satu dan jobs belum berakhir, maka jika diberikan job kedua, maka nomor job tersebut sama dengan 2.
$ du / > du.out 2>1 &
[2] 272
Perintah du digunakan untuk memperoleh blok dari setiap file atau direktori. Setelah nomor job kedua diatas, jika dijalankan satu job lagi, maka :
$ sleep 500 & #tidak melakukan apa-apa selama 500 detik
[3] 273
Untuk melihat status proses dari perintah yang dieksekusi dilatar belakang, dapat digunakan perintah jobs.
$ jobs
[1] Stopped vi file1.txt &
[2] – Running ps –aux &
[3] + Running sleep 500 &
Informasi dibagian kiri menyatakan nomor job. Tanda + sesudah nomor job menyatakan job yang terbaru. Tanda – menyatakan job kedua yang terbaru. Informasi seperti running menyatakan bahwa perintah job sedang dieksekusi (belum selesai). Kemungkinan lain informasi adalah :
Stopped : job sedang berhenti secara sementara (ditangguhkan)
Done : job sudah selesai dikerjakan.
Bagian terkanan menyatakan nama perintah. Pemakai dapat memberikan pilihan –p pada perintah jobs. Pilihan ini akan menyebabkan jobs menampilkan PID dari semua proses yang dieksekusi dilatar belakang.
$ jobs –p
300
302

Artinya ada dua proses di latar belakang dengan PID 300 dan 302. Pilihan (option) –l akan menampilkan informasi seperti jobs tanpa option dan informasi PID (nomor proses)
$ jobs –l
[2] + 300 Running sleep 300 &
[1] – 302 Running sleep 150 &
Job yang berjalan dilatar depan dapat dihentikan dengan menekan tombol <CTRL + Z>. Sebagai contoh, saat menjalankan perintah sleep 500 di latar depan, kemudian menekan tombol <CTRL + Z>, maka proses tersebut akan dihentikan sementara.
$ sleep 500
<CTRL + Z> [1] + Stopped sleep 500
Dengan menggunakan perintah jobs, status proses tersebut diatas dapat diketahui, sebagai berikut :
$ jobs
[1] + Stopped sleep 500
Job yang sedang ditangguhkan dapat diaktifkan kembali dengan cara diaktifkan dilatar belakang dan diaktifkan dilatar depan. Job yang sedang berhenti secara sementara dapat dijalankan kembali dilatar depan dengan cara menjalankan perintah fg. Dengan menjalankan perintah fg maka sleep 500 akan dijalankan di foreground, dan jika setelah di depan ingin ditangguhkan kembali tinggal menjalankan perintah bg.
$ sleep 500
<CTRL + Z>
[1] + Stopped sleep 500
$ bg #Eksekusi kelatar belakang
[1] sleep 500
Pada bentuk fg dan bg tanpa argumen, job terbarulah yang diproses. Sedangkan jika %n digunakan, job dengan nomor n yang diproses.
$ jobs
[2] + Running sleep 1000 &
[1] – Running sleep 200 &

$ fg %1
sleep 200 &
Proses yang sedang ditangguhkan ataupun yang sedang berada di latar belakang dapat dimatikan dengan menggunakan perintah kill.
$ kill %1 # job nomor 1 dihapus
[1] – Terminated sleep 200 &
Jika dikehendaki, pemakai dapat menyuruh shell menunggu suatu proses dilatar belakang selesai dieksekusi. Perintah yang diperlukan adalah wait. Perintahnya adalah wait %n, dengan n adalah nomor job dari proses latar belakang yang ditunggu.

Penjadwalan Proses

Pada sistem Linux, terdapat banyak cara untuk menangani eksekusi-eksekusi perintah. Diantaranya, diberi kesempatan untuk membuat daftar perintah dan menentukan kapan perintah dijalankan oleh sistem. Perintah at , sebagai contoh memberi peluang untuk menjalankan program berdasarkan waktu yang ditentukan. Perintah batch adalah semiliar dengan at, namun batch menjalankan program-program manakala sistem menemukan waktu untuk mereka. Perintah cron memungkinkan program untuk menjalankan secara pereodik, dan perintah crontab mengizinkan user untuk mengedit file-file yang digunakan oleh cron. Perintah-perintah scheduling tersebut sangat berguna sat ingin melakukan pengaturan terhadap sistem agar tidak terlalu sibuk menjalankan tugas-tugas. Teknik ini juga sangat baik untuk eksekusi script-script bagi layanan-layanan exksternal seperti query-query database.
Perintah at
Seperti telah diuraikan diatas, untuk menjadwalkan satu atau beberapa perintah pada waktu yang ditentukan dapat digunakan at. Sebagai contoh, untuk membentuk pekerjaan pada jam 2:30 a.m yakni melakukan pencetakan semua file yang terdapat pada direktori /home/mahasiswa/dimas dan melakukan pengiriman mail pemberitahuan ke user yang bernama anjik bahwa pekerjaan pencetakan telah dilakukan pukul 2.30 a.m. Untuk menuliskan shcedule pekerjaan dengan at yakni dengan menulis perintah baris demi baris dan menekan enter untuk masing-masing perintah dan untuk mengakhiri dapat digunakan <CTRL + D>.
$ at 2.30
lp /home/mahasiswa/dimas/*
echo “File sudah dicetak Pak !” | mail –s “Pencetakan “ dihinamajikan@yahoo.com
<CTRL + D>
Beberapa variasi penggunaan perintah at dapat dilakukan dengan :
At hh:mm : Penjadwalan kerja berdasarkan jam (hh) dan menit (mm),
menggunakan standard 24 jam
At hh:mm month
day year : Penjadwalan kerja berdasarkan jam (hh) dan menit (mm), bulan,
hari dan tahun tertentu
at –l : Mendaftar jadwal tugas-tugas, merupakan alias utk perintah atq.
At now +count
timeunit : Menjadwalkan pekerjaan sekarang plus hitungan berdasarkan
time-unit ; time unit dapat berupa menit, jam, hari atau minggu
at –d job_id : Membatalkan kerja dengan nomor job_id
Sebagai user root, dapat dengan bebas menjalankan perintah-perintah ini, sedangkan user lian, file-file /etc/at.allow dan /etc/at.deny menentukan permisi permisi menggunakan perintah tersebut. Jika file /etc/at.allow ada, maka hanya user-user yang tercantum dalam file tersebut yang diizinkan untuk menggunakan perintah at . Jika file /etc/at.allo tidak tersedia, sistem akan mengecek file /etc/at.deny yang akan memberikan izin penggunaannya, tapi kalau /etc/at.deny kosong, setiap user dapat menggunakan perintah at ini.  Perintah batch
Dalam sistem Linux tidak hanya memiliki satu perintah untuk penjadwalan tugas-tugas. Dengan menggunakan perintah batch user dapat memberikan kelonggaran terhadap sistem untuk memutuskan sendiri kapan proses dijalankan.
Perintah batch akan dijalankan oleh sistem jika sistem dalam keadaan tidak begitu sibuk. Tugas-tugas yang dijalankan melalui batch akan dieksekusi melalui background. Format menjalankan perintah batch yaitu dengan mengetikkan perintah di terminal dan mengakhiri dengan <CTRL + D> pada akhir baris.
contoh :
$ batch
lp /home/mahasiswa/dimas/*
echo “File sudah dicetak Pak !” | mail –s “Pencetakan “ dihinamajikan@yahoo.com
<CTRL + D>
Perintah cron dan crontab
Untuk menjalankan perintah atau proses yang harus dilakukan secara reguler, dapat menggunakan perintah cron (chronograph). Dengan cron dapat menentukan tanggal dan waktu yang diinginkan untuk menjalankan sebuah perintah dalam file-file crontab.
Program cron hanya dijalankan satu kali, yakni saat sistem di-boot. User-user individual hendaknya diberi izin untuk menjalankan cron secara langsung. Selain itu administrator juga menjalankan aplikasi cron pada start-up file Linux agar cron berjalan saat proses boot terjadi.
Perintah/Aplikasi yang dapat digunakan untuk menuliskan jadwal proses adalah crontab. Dalam file crontab ini konfigurasi penjadwalan proses tersimpan. File contab user disimpan dalam direktori /usr/spool/cron/crontabs dan memberi nama file tersebut dengan nama user. Sehingga jika usernya adalah icha, maka dapat digunakan file text editor untuk mengeditnya pada direktori tersebut.
$crontab icha
Dengan eksekusi perintah tersebut maka file /usr/spool/cron/crontabs/icha akan terbentuk.
Masing-masing baris dalam file crontab memuat sebuah pola waktu dan sebuah perintah. Di mana perintah tersebut akan dieksekusi pada pola waktu yang ditetapkan. Pola waktu dibagi dalam lima field yang dipisahkan oleh spasi atau tab.
Minute hour day-of-month month-of-year day-of-week command
Keterangan range waktu :
Minute : 00 s.d 59
Hour : 00 s.d 23 (tengah malam 00)
Day-of-month : 01 s.d 31
Month-of-year : 01 s.d 12
Day-of-week : 01 s.d 07 (Senin 01, Minggu 07)
Lima field pertama adalah field waktu, sedangkan satu field terkahir adalam field perintah. Dapat digunakan asterisk (*) dalam field waktu jika tidak ingin menentukan waktu – waktu tertentu.
Option perintah crontab terdiri dari :
-e : mengedit file contab
-r : menghapus isi file crontab
-l : Menampilkan daftar crontab

Manajemen Proses di LINUX

Setiap kali instruksi diberikan pada Shell Linux, kernel akan menciptakan proses-id. Proses ini disebut juga dalam terminologi UNIX sebagai JOB. Proses-id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (dapat dilihat dalam daftar urutan pada /etc /inittab). Proses-proses sistem terbagi dalam tiga tipe utama, yaitu :
Interactive : Diprakarsai oleh sebuah shell dan berjalan dalam foreground dan
Background.
Batch : Secara tipical merupakan sebuah seri dari proses-proses yang
dijadwalkan untuk dieksekusi pada suatu waktu tertentu
Daemon : Secara tipikal diinisialisasi saat boot untuk membentuk fungsi-fungsi
sistem yang dibutuhkan, seperti LPD, NFS dan DNS
Proses Interaktive terdiri dari atas :
– Proses fireground adalah suatu proses yang ketika berjalan, shell tidak menampilkan prompt hingga proses berakhir.
– Proses background adalah suatu proses yang sewaktu-waktu berjalan, pemakai tetap dapat memberikan perintah yang lain. Sebab begitu perintah background diberikan (setelah di tekan ENTER), prompt akan ditampilkan kembali dan shell siap menerika perintah berikutnya.
7.1 Background Proses
Untuk menghasilkan sebuah background proses, dapat dilakukan dengan menjalankan perintah yang diakhiri dengan simbol &. Pada kondisi seperti ini, sehll tidak akan menunggu sampai eksekusi perintah berakhir. Begitu perintah berakhiran & diberikan, shell siap menerima perintah lain. Kegunaan perintah ini misalnya untuk memperoleh daftar seluruh file dari direktori root (/) beserta anak-anaknya dan menempatkannya ke sebuah file. Karena proses ini Kemungkinan memakan waktu yang cukup lama, pemakai dapat mengatur agar eksekusinya dilakukan dilatar belakang. Sehingga sementara sistem sedang memprosesnya, pemakai tetap dapat bekerja memberikan perintah-perintah lainnya.
Contoh :
$ls –lR / > lsroot 2>&1 &
Pada contoh tersebut, perintah ls beserta pesan kesalahan ditempatkan ke file lsroot dan dilakukan secara background. Proses latar belakang cocok untuk proses yang tidak menggunakan keluaran ke layar terminal atau masukkan dari keyboard.
7.2 Status Proses
Instruksi ps (proses status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. Ketika tidak ada option sama sekali, ps akan menampilkan proses yang saat itu dilakukan oleh sebuah terminal (tty?).
$ ps PID TT STAT TIME COMMAND 29384 p0 Is 0:00.01 -ksh (ksh) 27221 p0 R+ 0:00.00 ps
Proses ksh adalah proses shell yang aktif pada saat user login ke dalam sistem dan proses ksh ini akan menunggu instruksi dari pemakai. Bila shell menjalankan instruksi, maka shell menciptakan proses anak dan menunggu hingga proses tersebut selesai.
$ ps -u USER PID %CPU %MEM VSZ RSS TT STAT STARTED TIME COMMAND dsn970210 29384 0.0 0.1 404 328 p0 Ss 7:35PM 0:00.01 -ksh (ksh) dsn970210 21658 0.0 0.1 284 164 p0 R+ 7:42PM 0:00.00 ps -u
Sebuah sistem yang dibangun oleh serangkain proses, dengan perintah ps –e (everthing) dapat ditampilkan sejumlah proses-proses tersebut.
$ ps -e
PID TTY TIME COMMAND
1 ? 00:00:05 init
2 ? 00:00:00 klogd
3 ? 00:00:00 inetd
—cut——

Semakin banyak pemakai yang sedang menggunakan sistem, semakin banyak proses yang akan ditampilkan. Tanda tanya (?) menyatakan bahwa proses tersebut adalah proses daemon (proses yang hidup terus selama sistem hidup dan berjalan dilatar belakang).
Sejumlah proses yang ditampilkan melalui ps –e berkedudukan sebagai pemimpin group proses (proses group leader), yaitu proses yang menjalankan proses yang lain. Sebagai contoh jika dijanlankan perintah ps –f (full listing), dengan hasil sebagai berikut :
$ps –f
UID PID PPID C STIME TTY TIME CMD
dsn970210 8907 1094 0 12:44 tty02 00:00:00 -bash
dsn970210 9205 8907 0 13:02 tty02 00:00:00 ps -f
Proses sh sebenarnya memimpin group proses. Tampak bahwa PID dari bash tercantum dalam PPID dari proses ps –f. PPID (parrent PID) menyatakan proses induk dari proses yang sedang berjalan, dan STIME menyatakan awal proses dimulai.
Contoh lain perintah ps :
ps –u anjik : untuk menampilkan proses yang terkait dengan seorang pemakai
ps –t tty02 : untuk menampilkan proses yang terkait dengan terminal
ps –auxww : untuk menampilkan informasi detail tentang setiap proses yang berjalan dalam komputer.
a : Mendaftar semua proses
u : menampilkan informasi dalam “user-oriented style”
x : memasukkan informasi dalam proses yang tidak
menampilkan kontrol ttys.
ww : memasukkan baris perintah dengan komplit, bahkan jika
mereka menjalankan sampai 132 kolom.
Field-field dalam output ps diantaranya :
USER : username dari proses. (Jika proses memiliki UID yang tidak sesuai dengan /etc/passwd, perlu berhati-hati karena dimungkinkan terjadi proses penyerangan.

PID : Proses Identification Number
%CPU : Prosentasi CPU yang digunakan
%MEM : Prosentasi MEMORY yang digunakan
SZ : Jumlah virtual memori yang digunakan proses
RSS : Resident set size, jumlah proses physical memory yang ditempati proses
TT : Terminal yang mengontrol proses
STAT : Field yang menunjukkan status proses
TIME : CPU time yang sedang digunakan
COMMAND : Nama perintah
Pada field STAT yang merupakan status proses dapat digunakan sebagai indikator terhadap suatu proses, sejumlah status tersebut dapat diketaui dari huruf pertama field STAT adalah :
R : actually running or runnable
S : Sleeping (sleeping > 20 seconds)
I : Idle (sleeping < 20 seconds)
T : stop
H : Halted
P : In page wait
D : In disk wait
Z : Zombie
<blank> : In core
W : Swapped out
> : Proses yang telah melampaui soft limit ketetapan memori
Pada huruf ketiga field STAT menunjukkan keterangan apakah proses berjalan dengan altered CPU Schedule, antara lain :
N : Proses berjalan pada prioritas rendah
# : nice (nomor yang lebih tinggi dari 0)
< : Proses berjalan pada prioritas tinggi

Beberapa pilihan perintah ps, sebagai berikut :
-a : Menampilkan semua proses (termasuk milik user)
-c : Menampilkan nama perintah dari environment task_struct
-e : Menampilkan environment setelah baris perintah dan “and”
-f : Menampilkan “forest” fromat pohon (proses dan subproses)
-h : Tidak ada header
-j : Jobs format
-l : Long format
-m : Menampilkan info memori
-n : Output memori untuk USER dan WCHAN
-r : Hanya proses-proses yang berjalan
-s : Format signal
-S : Menambah child CPU time dan page fault
-t xx : Proses-proses yang hanya diasoasikan dengan ttyxx
-u : Format user, memberikan nama user dan waktu mulai
-v : format vm (virtual memory)
-w : Wide output
-x : Menampilakn proses-proses tanpa mengontrol terminal
7.3 Menghentikan Proses (Kill)
Kadang ada keinginan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Suatu alasan yang umum untuk menghentikan proses diantaranya :
– Proses terlalu banyak menghabiskan CPU time
– Proses berjalan terlalu lama tanpa menghasilkan output yang diharapkan.
– Proses memproduksi terlalu banyak output pada layar atau ke sebuah file.
– Proses mengunci terminal atau beberapa sesi lain.
– Proses menggunakan file-file yang salah baik input maupun output, disebabkan kesalahan operator atau programming yang error.
– Proses sudah tidak diperlukan lagi.

Sebenarnya untuk menghentikan proses yang tidak berada pada background, cukup dengan menekan <CTRL+C>. Namun jika proses tersebut bekerja pada background, proses dapat dihentikan dengan perintah kill. Perintah kill bekerja dengan cara mengirim signal ke proses yang sedang berjalan melalui nomer proses yang sudah diketahui. Kill hanya dapat digunakan untuk menghentikan proses dari masing-masing user, hanya superuser saja yang berwenang untuk menghentikan proses user lain.
Format penulisan perintah kill sebagai berikut :
kill [-s signal_name] pid […]
kill -l [exit_status]
kill -signal_name pid […]
kill -signal_number pid […]
Beberpa signal tersebut diantaranya:
1 HUP (hang up)
2 INT (interrupt)
3 QUIT (quit)
6 ABRT (abort)
9 KILL (non-catchable, non-ignorable kill)
14 ALRM (alarm clock)
15 TERM (software termination signal)
Contoh :
$ kill 123
Menghentikan proses dengan PID 123
$ kill -9 1234
Menghentikan dengan paksa proses dengan PID 1234.

# kill -HUP `cat /var/run/inetd.pid`

Mengirimkan hang up signal kepada daemon ined dengan PID seperti yang terseimpan pada /var/run/inetd.pid, dan meminta proses untuk membaca ulang susunan konfigurasi /etc/inetd.conf.
# kill 0

Menghentikan semua proses yang berjalan dalam background.

(continue)

Daftar Milis dan Forum IT

* mugi@mugi.org (mugi [et] mugi.org)

* koleksi-artikel-berita@yahoogroups.com (koleksi-artikel-berita [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/koleksi-artikel-berita

* xl-mania@yahoogroups.com (xl-mania [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/xl-mania

* toekangweb@yahoogroups.com (toekangweb [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/toekangweb

* wss-id@netindonesia.net (wss-id [et] netindonesia.net)

* id-ubuntu@googlegroups.com (id-ubuntu [et] googlegroups.com)

* php-indo@googlegroups.com (php-indo [et] googlegroups.com)

* tanyajawab@linux.or.id (tanyajawab [et] linux.or.id)

* indoWLI@yahoogroups.com (indoWLI [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/indoWLI

* ITCenter@yahoogroups.com (ITCenter [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/ITCenter

* telematika@yahoogroups.com (telematika [et] yahoogroups.com)
http://groups.yahoo.com/group/telematika

* it-center@yahoogroups.com ( it-center [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/it-center

* detikinet@yahoogroups.com ( detikinet [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/detikinet

* genetika@yahoogroups.com ( genetika [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/genetika

* jasakom-perjuangan@yahoogroups.com ( jasakom-perjuangan [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/jasakom-perjuangan

* newbie_hacker@yahoogroups.com ( newbie_hacker [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/newbie_hacker

* yogyafree@yahoogroups.com ( yogyafree [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/yogyafree

* indocisco@yahoogroups.com ( indocisco [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/indocisco

* ilmukomputer@yahoogroups.com ( ilmukomputer [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/ilmukomputer

* ilmukomputer-networking@yahoogroups.com ( ilmukomputer-networking [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/ilmukomputer-networking

* ilmukomputer-programming@yahoogroups.com ( ilmukomputer-programming [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/ilmukomputer-programming

* keamananinformasi@yahoogroups.com ( keamananinformasi [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/keamananinformasi

* id-php@yahoogroups.com ( id-php [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/id-php

* id-perl@yahoogroups.com ( id-perl [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/id-perl

* indoprog@yahoogroups.com ( indoprog [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/indoprog

* indo-oracle@yahoogroups.com ( indo-oracle [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/indo-oracle

* it-batam@yahoogroups.com ( it-batam [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/it-batam

* tanyajawabkomputer@yahoogroups.com ( tanyajawabkomputer [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/tanyajawabkomputer

* For_IT_Jatim@yahoogroups.com ( For_IT_Jatim [et] yahoogroups.com )
http://groups.yahoo.com/group/For_IT_Jatim

Forum IT:
http://forum.chip.co.id
http://jakarta.linux.or.id
http://www.wss-id.org
http://www.netindonesia.net
http://www.csharpindonesia.net
http://www.ubuntu-id.org
http://forum.rtrw.net
http://www.oprekpc.com/forum
http://www.ocindo.com
http://www.cabeijo.com
http://www.vbindonesia.net

Forum UMUM yang juga mempunyai sub-forum IT:
Kaskus Online: http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=19
VGI Online: http://www.videogamesindonesia.com/forum/main.html
Forum Kafegaul: http://forum.kafegaul.com/forum/main.html
Forum Indosiar Lautan Indonesia: http://lautan.indosiar.com/forum.asp?forum_id=90

Internet 3G IM2 Broom Unlimited

Setelah September lalu Indosat mengeluarkan paket akses internet 3G unlimited,  sepertinya itu diikuti dengan penyediaan paket unlimited serupa di bawah bendera Indosat Mega Media (IM2), meskipun dengan pilihan paket yang berbeda dengan harga paket berikisar dari yang paling murah Rp160 ribu sampai dengan Rp900 ribu per bulannya. Sama seperti Indosat 3.5G Broadband unlimited, metode pembayarnnya adalah postpaid atau pascabayar. Kemuian, pada bulan Oktober ini pula, IM2 kembali mengeluarkan paket akses 3G unlimited namun dengan sistem prepaid atau prabayar dengan nama produk IM2 Broom Unlimited.

Paket Broom Prepaid 3.5G yang disediakan oleh IM2 sendiri ada dua yaitu Classic (penghitungan berdasarkan volume) dan Unlimited. Pemilihan paket ini dilakukan ketika melakukan aktivasi kartu perdana melalui website IM2. Yang menarik dari IM2 Broom Unlimited adalah karena prabayar maka calon pengguna cukup membeli kartu perdana dan langsung dapat menggunakan tanpa perlu dokumen tertentu sebagai persyaratan registrasi dan proses survey yang memakan waktu harian.

Mengenai harga, kartu perdana IM2 Broom Unlimited dibandrol dengan harga Rp150 ribu, namun ketika saya mencoba membelinya di Okeshop Gramedia Merdeka Bandung, harga yang dikenakan adalah Rp140 ribu. Untuk pilihan paket unlimited, harga kartu perdana ini sudah termasuk akses untuk sebulan ke depan. Setelah masa aktif sebulan habis dan ingin melanjutkan, maka perlu diisi ulang dengan harga Rp100 ribu untuk masa satu bulan berikutnya.

im2-broom-unlimited-pricing

Seperti halnya Telkomsel Flash dan Indosat 3.G Broadband Unlimited, unlimited atau tanpa batasan yang dimaksudkan dalam paket ini adalah dalam hal volume data yang dapat digunakan dalam masa satu bulan tidak dibatasi, namun begitu ada pembatasan dalam kecepatan aksesnya. Untuk paket IM2 Broom Unlimited sendiri menggunakan batasan yang sama dengan Indosat 3.G Broadband Unlimited, yaitu kecepatan akses yang diberikan up-to 256 kbps sampai dengan volume pemakaian 2GB, kemudian setelah itu kecepatan akses akan menurun up-to 64 kbps sampai volume pemakaian yang tidak terbatas.

Masalah Aktivasi IM2 Broom Unlimited

Setelah membeli kartu perdana IM2 Broom Unlimited Jumat malam kemarin, saya pun mencoba koneksi dengan IM2 Broom Unlimited. Saya atur setting awal untuk koneksi mengikuti petunjuk sesuai petunjuk yang disertakan, APN: indosatm2, username: indosatm2, dan password: prabayar. Jika koneksi awal ini berhasil, seharusnya adalah melakukan aktivasi dengan mengisi data pribadi, pemilihan paket apakah Unlimited atau Classic, juga menentukan username dan password baru untuk menggantikan data username dan password awal.

Sayangnya, ketika saya mencoba koneksi dengan data setting APN, username dan password awalnya, saya selalu mendapat pesan error berikut:

Error 619 – A connection to the remote computer could not be established, so the port used for this connection was closed.

Hal tersebut berlangsung sampai dengan Sabtu pagi, padahal ketika mencoba sinyal 3G Indosat diterima dengan baik berdasarkan status bar modem Huawei E220 yang saya gunakan. Untuk mencari kejelasan atas masalah tersebut, saya pun menelpon call center Indosat M2.

Menurut petugas call center, seharusnya dengan kondisi sinyal 3G Indosat diterima baik, koneksi dapat berjalan, dan pesan error tersebut menurut dia seperti terjadi kesalahan username dan password-nya. Setelah dipastikan benar dan dicoba kembali masih sama, petugas tadi berinisiatif untuk melakukan aktivasi melalui dia dengan menginformasikan data pribadi dan juga pemilihan username dan password untuk dapat digunakan pada koneksi selanjutnya. Alhamdulillah, setelah selanjutnya mengganti dengan username dan password yang baru dibuat, koneksi dapat dilangsungkan.

Hal yang sama terjadi juga pada teman saya, koneksi awal dengan data username dan password awal sebelum aktivasi, tidak dapat dilakukan. Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, maka langsung meminta aktivasi serta pembuatan username dan password melalui call center IM2 sampai akhirnya berhasil dan dapat digunakan.

Hasil Uji Kecepatan Akses

Saya pribdai tidak mempunyai kemampuan teknis untuk melakukan pengujian yang mendalam. Dari penggunaan siang dan malam hari ini, bagi saya yang lebih banyak menggunakan akses internet untuk browsing dan mendownload file-file berukuran kecil, akses menggunakan IM2 Broom Unlimited sudah cukup lumayan. Kalau pun data pengukurannya, yang dapat saya lakukan adalah melakukan pengetesan melalui Speedtest.net, dan dua diantara hasilnya adalah sebagai berikut:

im2-st-340735345

im2-st-3340740326

Semoga saja memang akses-akses berikutnya lancar dan tidak sering mendapat gangguan.

Seperti telah saya singgung sebelumnya, keberadaan paket akses internet prabayar seperti IM2 Broom Unlimited ini akan sesuai bagi yang tidak mau repot dengan urusan administrasi seperti pada paket pascabayar. Jika Anda menginginkan paket serupa Telkomsel Flash atau Indosat 3.5G Broadband unlimited namun terbentur tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi atau tidak mau repot seperti yang dialami beberapa teman saya, mungkin dapat menjadikan IM2 Broom Unlimited ini sebagai pilihan. Informasi lebih lanjut dapat dibaca melalui website IM2.

Semakin beragamnya pilihan akses unlimited, semoga saja membuat masing-masing penyedia saling bersaing dalam hal meningkatkan kualitas layanan bagi kepuasan pelanggannya.

from: maseko.